25.000 Wisatawan Datang ke Festival Tanjung Kelayang

Festival Tanjung Kelayang 2018 yang diadakan di Belitung mampu menarik kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara mencapai 25.000 orang.
Yanita Petriella | 19 November 2018 18:51 WIB
Pulau Lengkuas di Bangka Belitung - Bisnis Indonesia/Syafri Ario

Bisnis.com, BELITUNG – Festival Tanjung Kelayang 2018 yang diadakan di Belitung mampu menarik kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara mencapai 25.000 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Belitung Hermanto mengatakan event ini mampu menarik kunjungan wisatawan secarasignifikan. Festival ini bahkan berpotensi jadi trigger bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang.

"25.000 orang yang datang ke festival ini wisnus mencapai 5.000 orang. Arus masuk wisman ini juga telah melebihi target 750 hingga 1.000 orang. Jumlah kunjungan target wisatawan sudah melewati target semua. Angka dari wisnus dan wismannya sudah aman," ujarnya, Senin (19/11/2018).

Menurutnya, pergerakan para wisman ini tentu sangat menggembirakan. Sebab, memberikan impact yang positif bagi perekonomian masyarakat Belitung. 

Terlebih, rerata spending wisatawan yang berkunjung ke Belitung mencapai US$50 hingga US$100 per orang per hari sehingga diproyeksikan potensi perputaran uang US$500.000 sepanjang penyelenggaraan Festival Tanjung Kelayang yang diadakan sejak Kamis (15/11). 

"Lebih menarik spending US$50 hingga US$100 per orang per hari ini di luar hotel dan transportasi. Angka ini murni memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti makan/minum, belanja, hingga voucher bagi telekomunikasi," tuturnya

Dengan diselenggarakannya Festival Tanjung Kelayang ini menarik wisman sehingga memberikan multiplier effect positif. Tentunya, masyarakatlah yang langsung bisa merasakan manfaatnya. 

"Hotel dan rental-rental kendaraan terisi. Semua lini perekonomian dari ini bergerak. Intinya sangat positif. Dari sini, Festival Tanjung Kelayang bagus sebagai pendorong KEK Tanjung Kelayang dan ujungnya Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ucap Hermanto.

Adanya KEK Tanjung Kelayang berdampak positif pada PAD dimana sepanjang tahun lalu, PAD Belitung sudah berada di level Rp193,18 miliar. 

Angka ini naik signifikan 41,21% atau riilnya Rp56,38 Miliar dari tahun 2016.

Di rentang 2013 hingga 2016, rerata kenaikan PAD Belitung Rp14,63 miliar per tahun. Pada 2016, sektor transportasi dan akomodasi mampu menjadi penyumbang PAD sebesar 6,52%. 

Hal ini pun bertolak belakang dengan pertambangan yang turun di posisi 11,89% pada 2016. Padahal, di tahun 2012 masih di kisaran 15,36%. Serupa industri pengolahan yang turun 20,05% di 2016. Pada 2012 ada di level 24,33%.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultur Kemenpar Esthy Reko Astuti menuturkanTanjung Kelayang ini masuk destinasi prioritas dan termasuk dalam KEK. 

"Kami ini sudah mendorong pertumbuhan dengan Festival Tanjung Kelayang ke Calender of Event. Harapannya, adanya percepatan pertumbuhan pariwisata. Wilayah ini juga didukung dengan aksesibilitas flight langsung dari Singapura,” katanya.  

Tag : bangka belitung
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top