Perkaya Kuliner Nusantara, William Wongso Sajikan Menu Asli Indonesia di Talaga Sampireun

Pakar kuliner William Wongso menyajikan lima menu kuliner Nusantara di Restoran Talaga Sampireun untuk memanjakan lidah para pecinta makanan Indonesia.
Eva Rianti | 17 November 2018 15:16 WIB
Lima menu a la William Wongso di Restoran Talaga Sampireun, Tangerang, Sabtu (17/11). - Bisnis/Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA -- Pakar kuliner William Wongso menyajikan lima menu kuliner Nusantara di Restoran Talaga Sampireun untuk memanjakan lidah para pecinta makanan Indonesia.

Kelima menu tersebut adalah gulai ikan patin, nasi minyak batanghari daging masak hitam, dadar pegagan, gadon, dan ayam tangkap Aceh. 
 
"Saya sajikan menu-menu ini memang supaya makanan Indonesian lebih terarah. Saya ambil makanan khas di beberapa daerah, seperti Aceh, Jambi, Jawa, Melayu, dan Bangka," tuturnya ketika ditemui Bisnis dalam konferensi pers peluncuran Kuliner Nusantara William Wongso untuk Restoran Talaga Sampireun di Talaga Sampireun, Tangerang, Sabtu (17/11/2018). 
 
William menjelaskan bahwa menu-menu tersebut bersumber dari resep yang autentik secara turun-temurun. 
 
"Saya ambil Aceh supaya lebih populer dan bukan masakan yang sulit, tapi unik adalah ayam tangkap. Daun temurui atau salam koja itu penting untuk hal ini," terangnya. 

Menu selanjutnya adalah gulai ikan patin. Khusus mengenai ikan patin, William berharap lingkungan sungai di mana pun bisa dipertahankan keasriannya sehingga bisa menyajikan ikan terbaik.
 
Menu berikutnya adalah gadon, yang disebutnya sebagai salah satu representasi masakan Jawa. Di Jawa, gadon merupakan masakan khas dengan daging cincang yang cukup unik. 
 
Kemudian, ada menu nasi minyak.

"Nasi minyak dari semua jenis nasi-nasian yang aromatik, di nasi minyak ini yang paling unik karena komposisi dan proses membuatnya," ungkapnya.
 
William bercerita untuk membuat nasi ini dibutuhkan setidaknya 10-12 macam rempah. Rempah-rempahnya dimasak, bukan digiling, sebagai teh rempah dan airnya dipakai memasak. 
 
Sajian nasi ini ditambah macam-macam bahan lagi seperti nanas, tomat, dan minyak samin. Nasi dikombinasikan dengan daging masak hitam.

Menu daging yang tampak seperti rendang khas Jambi ini pun disiapkan dengan cara yang unik. Proses memasaknya tidak menggunakan santan, tapi hanya menggunakan parutan kelapa yang disangrai hingga hitam dan berminyak.

Adapun bahan-bahan untuk dadar pegagan hanya telur dan daun pegagan. Menu ini dapat dijadikan alternatif bekal atau sarapan.
 
"Masyarakat kita tidak mengenal bahan-bahan alami yang sehat seperti halnya pegagan. Pegagan tumbuh di mana-mana. Pegagan kalau di Kolombo atau India disebut prime food, disajikan secara sederhana pakai dadar telur bagi anak-anak bisa dinikmati untuk bekal ke sekolah atau sarapan pagi," imbuh William. 

Tag : kuliner
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top