Pariwisata di Gili Trawangan Diyakini Akan Segera Pulih

Pelaku pariwisata di Gili Trawangan optimistis kunjungan wisata akan segera pulih. Keyakinan itu menguat walaupun hingga saat ini, pascagempa Lombok, okupansi hotel masih rendah yakni sebesar 20%.
Ni Putu Eka Wiratmini | 11 November 2018 10:41 WIB
Foto udara gugusan pulau Tiga Gili (dari kiri ke kanan, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) di pesisir pantai Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Jumat (20/1/2012). - Antara

Bisnis.com, MATARAM – Pelaku pariwisata di Gili Trawangan optimistis kunjungan wisata akan segera pulih. Keyakinan itu menguat walaupun hingga saat ini, pascagempa Lombok, okupansi hotel masih rendah yakni sebesar 20%.

Sales Manager Hotel Vila Ombak Jen Arlin mengatakan pihaknya pun akan tetap mengadakan event dan promo akhir tahun untuk semakin menarik kunjungan wisata. Diskon menjadi langkah paling jitu yang dilakukan Hotel Vila Ombak untuk menarik kunjungan wisatawan.

Selama Setmber 2018, hotel ini memberi diskon hingga 75% dari harga normal. Pada Oktober 2018, sebanyak 10%-15% diskon diberikan ke wisatawan. Setidaknya, hingga akhir tahun nanti, diprediksi okupansi akan mencapai 40%.

Event New Year dan promo travel agen menjadi cara pemasaran kami untuk menunjukkan bahwa Gili Trawangan telah bangkit dan tidak ada masalah,” katanya, Sabtu (10/11/2018).

Dia memerinci, sebelum terjadi gempa setidaknya okupansi hotel miliknya telah mencapai 95%. Adapun Juli sampai September biasanya memang menjadi bulan dengan okupansi tertinggi setiap tahun. Desember sampai Januari juga menjadi bulan dengan okupansi tertinggi. Bahkan, pihaknya mengaku, sering kali menolak wisatawan karena kehabisan kamar.

“Malah biasanya kami menolak tamu dan melempar ke sister company yang juga ada di sini [Gili Trawangan],” katanya.

Menurut Jen, saat ini wisatawan yang datang menginap merupakan kebangsaan Eropa dan Australia yang tidak terlalu terdampak pada pemberitaan bencana. Mereka umumnya merupakan wisatawan yang sebelumnya berlibur di Bali dan mendatangi Gili Trawangan menggunakan fast boat atau kapal cepat.

Rata-rata lama menginap pun hanya sekitar tiga sampai lima hari. Padahal, biasanya wisatawan yang menginap di hotel tersebut mencapai 2 minggu.

“Angka ini bukan merupakan jumlah yang kami harapkan, tetapi ada wisatawan yang ke sini saja kami sudah senang," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
akomodasi, gili trawangan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top