Usai Pembersihan Besar-besaran, Pulau Boracay Kembali Dibuka

Filipina akhirnya membuka kembali Pulau Boracay, salah satu destinasi wisata utama di negara itu, setelah ditutup selama enam bulan.
Annisa Margrit | 26 Oktober 2018 14:59 WIB
Perahu tradisional bersandar di salah satu pantai di Pulau Boracay, Filipina, pada 18 Januari 2016. - Reuters/Charlie Saceda

Bisnis.com, JAKARTA – Filipina akhirnya membuka kembali Pulau Boracay, salah satu destinasi wisata utama di negara itu, setelah ditutup selama enam bulan.

Boracay ditutup untuk dibersihkan secara besar-besaran oleh pemerintah karena dinilai sangat kotor dan bahkan bisa dibandingkan dengan tangki septik. Penutupan tersebut juga menjadi bagian rehabilitasi jangka panjang.

Dalam rehabilitasi ini, otoritas terkait mencabut pipa pembuangan limbah ilegal, menutup atau menghancurkan hotel-hotel, dan memperlebar sejumlah ruas jalan.

“Kami sudah menyelesaikan fase pertama, tahap rehabilitasi. Tidak ada lagi tangki septik,” papar Menteri Lingkungan Filipina Roy Cimatu seperti dilansir Reuters, Jumat (26/10/2018).

Namun, ada beberapa perubahan yang diterapkan di pulau tersebut. Pesta di pantai tidak lagi diizinkan, begitu juga dengan merokok dan minum-minuman beralkohol.

Toko, jasa pijat, penari api maupun olahraga air tidak boleh lagi dibuka di pesisir pantai. Perahu-perahu juga dilarang bersandar dalam waktu lama dan harus berlabuh di tempat lain.

Jumlah wisatawan yang datang dibatasi menjadi hanya 19.000 orang per harinya. Adapun jumlah pekerja di pulau itu tidak boleh lebih dari 15.000 orang per hari.

Tahun lalu, Boracay menarik 2 juta pengunjung dan menghasilkan devisa US$1 miliar. Pulau ini sering masuk dalam daftar destinasi wisata yang direkomendasikan karena keindahan pantainya.

Pada April 2018, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menutup Boracay setelah melihat video yang menunjukkan air kotor dibuang langsung ke laut di kawasan tersebut.

Pembangunan yang tidak tertata menjadi masalah bagi sistem pengolahan limbah dan sampah di pulau tersebut. Sebelum ditutup, ditemukan 600-700 resor yang beroperasi tanpa izin.

Boracay bukan satu-satunya pulau yang akan mendapat perlakuan serupa. Filipina berencana melakukan restorasi yang sama di berbagai destinasi wisata lainnya.

Sumber : Reuters

Tag : pariwisata, filipina
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top