Bakso Gunung Krakatau, Apa Bedanya dengan Bakso Lain?

Seorang pedagang bakso membuat terobosan unik dengan menjadikan Gunung Anak Krakatau sebagai inspirasinya untuk membuat "bakso gunung krakatau".
Newswire | 23 Oktober 2018 09:25 WIB
Bakso Gunung Krakatau - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang pedagang bakso membuat terobosan unik dengan menjadikan Gunung Anak Krakatau sebagai inspirasinya untuk membuat "bakso gunung krakatau".

"Saya menjual bakso gunung krakatau ini merupakan yang pertama di Lampung. Selain Lampung terkenal dengan gunung krakatau ini juga bisa melestarikan potensi wisata yang ada dengan mengenalkan ke masyarakat cara saya," ujar pedagang bakso gunung krakatau Ny. Sulis di arena Lampung Fair 2018, di Bandarlampung, Selasa (23/10/2018)

Menurutnya, bakso gunung krakatau ini berbeda dengan bakso-bakso lainnya,karena tidak menggunakan bahan-bahan pengawet. Bila bakso biasanya berbentuk bulat dan kotak, bakso ini berbeda dari biasanya, karena berbentuk seperti gunung dengan lancip ke atas.

Bakso gunung krakatau ini juga memiliki lava, seperti gunung berapi yang sedang aktif. Bila gunung mengeluarkan api, bakso ini mengeluarkan sambal berwarna merah dari ujung gunungnya yang langsung meleleh ke bawah.

"Jadi hampir mirip dengan gunung anak krakatau ada lavanya, dan bentuknya juga seperti gunung," katanya.

Mengenai harga, Sulis menjelaskan dari harga Rp20.000 sampai Rp35.000 rupiah per satu porsinya. Untuk yang Rp20.000 mendapatkan porsi kecil sedangkan yang Rp35.000 mendapatkan porsi jumbo/besar.

"Ada kecil dan besar tergantung ukuran para pembeli mau yang mana," ungkapnya Sulis menjelaskan, sebelum berjualan di Lampung Fair biasanya berjualan di Kampung Baru di belakang Universitas Lampung dengan sistem daring atau online.

Untuk para pembeli, lanjutnya, jangan takut dan khawatir karena yang di jual disini tidaak mengandung bahan formalin dan pengawet, serta bakso gunung krakatau sangat mementingkan kesehatan pelanggan dengan itu menjual makanan dengan daging yang segar, sehat dan baik untuk dikonsumsi.

Sumber : Antara

Tag : kuliner
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top