Tambang Emas Tujuh Bukit Buka Diri Jadi Wisata Pertambangan

Tawaran ini sebagai pelengkap wisata di Banyuwangi, khususnya karena Pantai Pulau Merah sudah semakin dikenal oleh wisatawan.
Feri Kristianto | 18 Oktober 2018 15:25 WIB
Pantai Pulau Merah Banyuwangi. - Antara

Bisnis.com, DENPASAR — PT Bumi Suksesindo, pengelola tambang emas dan mineral di Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi memberikan tawaran berupa kunjungan ke tambang mereka bagi sejumlah wisatawan dengan syarat harus mengajukan permintaan terlebih dulu.

Tawaran ini sebagai pelengkap wisata di Banyuwangi, khususnya karena Pantai Pulau Merah sudah semakin dikenal oleh wisatawan.

Direktur Bumi Suksesindo (BSI) Boyke Abidin mengatakan minning tour program sekaligus dapat memberikan pemahaman mengenai tambang.

“Supaya ada pemahaman tentang tambang karena tidak bisa terus menerus keberadaan tambang dikaitkan dengan banyak. Kalau dikelola secara green dan berwawasan lingkungan, tambang memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat dan stakeholder,” jelasnya saat temu media di Denpasar, Kamis (18/10/2018).


Dia menjelaskan bahwa minning tour yang dimaksud bukan seperti obyek wisata di destinasi wisata yang menjual tiket bagi orang umum. Minning tour Bukit Tujuh harus terlebih dulu mengajukan permintaan. Selama ini, beberapa rombongan dari pemerintah daerah, mahasiswa dan kalangan ibu-ibu sudah pernah ada mengikuti minning tour.

Dikatakan Boyke, keberadaan tambang di suatu daerah tidak dapat diasosiaskan mengganggu lingkungan sekitar. Produk tambang dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

Boyke menuturkan BSI selalu melakukan pemantauan selama 24 jam operasional perusahaan sehingga jika ada keluhan bisa diberikan solusi.

Ditegaskan olehnya program minning tour sudah ditawarkan agar sesekali ada wisatawan dapat melihat aktivitas pertambangan. Adapun waktu kunjungan bisa dilakukan pada siang hari. Menurutnya, aktivitas pertambangan memang harus diawasi oleh masyarakat khususnya tambang yang tidak memerhatikan lingkungan sekitar.

Khusus Bukit Tujuh atau Tumpang Pitu diklaim ramah lingkungan karena produksi emas dilakukan secara efisien. Tambang yang sahamnya dimiliki PT Merdeka Copper Gold Tbk ini menerapkan teknologi heap leach (pelindihan) yang sangat memperhatikan aspek lingkungan.

“Model heap leach yang menggunakan sistem Semi Autogenius Grinding [SAG] mill. PT BSI juga mampu melakukan efisiensi produksi berkat jarak pengangkutan bahan baku emas yang lebih dekat, serta konsumsi sianida dan listrik lebih rendah dari perkiraan,” paparnya.

Tag : banyuwangi, tambang emas tujuh bukit
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top