Mengenal Filosofi Teh Seperti Jatuh Cinta

Selain Filosofi Kopi, Ada Juga Filosofi Teh
Eva Rianti | 03 Oktober 2018 10:08 WIB
Beragam Varian Teh - Bisnis/Eva Rianti

Bisnis.com, JAKARTA – Kita sering mendengar istilah Filosofi Kopi, namun ternyata ada pula istilah Filosofi Teh yang mungkin belum begitu populer diketahui.

Suwarni Widjaja, seorang pencinta teh yang dikenal sebagai Master Teh memperkenalkan filosofi teh ini.

“Filosofi teh, aslinya berupa air, teh, dan peralatan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa teh lahir dari ketiga elemen tersebut. Wanita yang memiliki nama asli Tjen Soen Tjau ini dekat dengan dunia teh sejak kecil, terutama ketika acapkali meminum teh bersama keluarganya dan ketikaMer mengunjungi para petani Teh di Taiwan, serta belajar teh dari Kuniko Pohan, orang Jepang yang tinggal di Jakarta.

“Teh itu seperti kehidupan. Kita dari kecil sampai umur sekarang melalui proses. Sama dengan membuat teh, dari awal memasak air sampai menjadi secangkir teh, itu juga perlu proses. Ini namanya The Way of Tea,” tuturnya sambil mempraktikkan cara menyeduh teh tradisional ala China, Khungfu Cha, baru-baru ini. 

Perempuan yang mengawinkan budaya minum Teh China dan Jepang melalui kedai teh Siang Ming Tea ini menjelaskan, jika pada saat ini dia menyeduh teh dengan sebuah varietas yang menghasilkan rasa tertentu, maka varietas ini bisa lain rasanya ketika diseduh dan disajikan pada waktu yang lain. Faktor cuacalah yang menentukan kualitas teh tersebut menjadi berbeda.

“Cuaca tidak bisa dikontrol. Yang mengontrol adalah Yang di Atas [Tuhan]. Kita hanya bisa semaksimal mungkin dengan cara seduh yang benar,” ujarnya.

Dia melanjutkan, selayaknya sebuah kehidupan, teh aslinya juga mengandung rasa pahit dan manis. Namun, rasa manis ini tidak serta merta mampu dirasakan oleh semua lidah.

Setiap orang yang belum terbiasa meminum teh mungkin akan menganggap bahwa rasa teh tanpa campuran apapun aslinya adalah pahit. Tetapi, jika dinikmati dengan mendiamkannya sejenak di mulut sebelum ditelan, rasa manis itu bisa terasa.

“Filosofi ini susah dijelaskan. Ibarat cinta itu hanya bisa dirasakan, tapi tidak bisa diungkapkan, jadi dia [rasa] ada atau tidak,” terangnya.

 

Tag : teh
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top