Menpar Sarankan GWK Turunkan Harga Tiket, Ini Penjelasannya!

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan saran kepada manajemen Garuda Wisnu Kencana untuk menurunkan harga tiket masuk sebagai bagian dari strategi pasar.
Newswire | 23 September 2018 07:47 WIB
Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim (tengah) bersama Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan (ketiga kiri) dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati (ketiga kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan), Country Director Indonesia Rodrigo Chaves (kanan), Menteri Desa, PDTT Eko Putro Sandjojo (kiri) dan Vice President of East Asia and Pacific Victoria Kwakwa (kedua kiri) meninjau pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jimbaran, Bali, Kamis (5/7/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, MANGUPURA - Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan saran kepada manajemen Garuda Wisnu Kencana untuk menurunkan harga tiket masuk sebagai bagian dari strategi pasar.

Menurutnya, jika harga tiket lebih murah akan berkorelasi positif terhadap pengeluaran wisatawan yang berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). Dia menekankan dalam ilmu pemasaran, menarik lebih banyak pengunjung sangat penting.

"Kalau entry fee lebih murah, tentu spending bisa lebih besar," ujarnya di sela-sela peresmian GWK di Ungasan, Sabtu (22/9/2018).

Arief menyatakan dalam banyak bisnis, pendapatan dari tiket masuk paling kecil kontribusinya sedangkan terbanyak adalah penggunaan. Dia menekankan  dalam bisnis operator sudah ada buktinya terkait penjualan kartu perdana.

Harganya hanya Rp2.000 per kartu tetapi penggunanya bisa nenghabiskan hingga Rp50.000. Arief menganalogikan jangan sampai orang berpindah kartu karena lebih mahal harganya. Dengan status sebagai pusat kebudayaan dunia seharusnya soal tiket bisa dipertimbangkan.

"Kalau di sini jadi pusat kebudayaan orang ingat budaya Bali akan banyak datang ke sini. Kalau sudah begitu top of mind orang ke sini. Kalau sudah ada crowd akan mudah mengkapitalisasi," jelas doktor ilmu pemasaran ini.

Dia menegaskan begitu sudah banyak datang, bisa disikapi dengan menyediakan berbagai macam kuliner, fesyen hingga kerajinan. Arief mengatakan taktik itu seperti mengundang banyak orang ke GWK agar lebih banyak mengeluarkan pendapatan. 

Adapun soal harga tiket yang ideal  dia menyarankan menyesuaikan dengan nilai pecahan rupiah. Saat ini harga tiket masuk orang Indonesia Rp80.000 per orang (dewasa) dan Rp60.000 per orang (anak-anak) sedangkan wisman Rp125.000 per orang dan Rp150.000 per orang.

"Saya yakin sekali usage lebih tinggi dari pada joining fee. Banyak sekali kasus orang turunkan fee orang masuk lebih besar," jelasnya.

Sumber : Antara

Tag : bali
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top