Bandara Changi Siapkan Terminal Super Canggih

Bayangkan jika pesawat yang Anda tumpangi mendarat di bandara, dan satu-satunya manusia yang Anda temui dalam perjalanan melalui terminal hanya petugas bea cukai.
Rayful Mudassir | 19 September 2018 13:01 WIB
Changi Airport, Singapura - skift.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bayangkan jika pesawat yang Anda tumpangi mendarat di bandara, dan satu-satunya manusia yang Anda temui dalam perjalanan melalui terminal hanya petugas bea cukai.

Imajinsi itu sedang dikerjakan oleh Bandara Changi, Singapura. Landasan udara ini masih menjadi bandara terbaik di dunia selama 6 tahun terakhir oleh Skytrax. Otoritas setempat sedang memulai proyek otomatisasi sebagai bandara masa depan.

Dapat dibayangkan saat pesawat mengantri untuk mendarat akan terdeteksi dan diidentifikasi serta dimonitor oleh berbagai kamera dan teknologi yang melewati menara kontrol tradisional. Sebelum tiba di gerbang pemberhentian pesawat, sebuah aerobrige berpemandu laser akan memberikan jalan bagi penumpang untuk turun.

Sementara itu kendaraan otomatis di bawah pesawat akan menurunkan bagasi, menghindari orang lain yang mengantarkan makanan yang dikemas robot atau pengolah kargo. Setelah itu penumpang tinggal menuju ke pintu imigrasi otomatis yang memindai wajah dan mencetak cap jempol penumpang dan langsung dapat mengambil kopers mereka.

Penumpang hanya menemui seorang manusia sebenarnya. Mereka adalah para petugas bea cukai. Setelah pemeriksaan, penumpang langsung diantarakan ke taksi tanpa awak.

Dilaporkan Bloomberg, Changi membuka Terminal 4 pada Oktober tahun lalu. Langkah itu dibarengi dengan ide menggunakan fasilitas terkecil dan terbaru untuk menguji dan mengembangkan sistem otomatisasi. Tujuannya adalah agar penggunaan sistem otomatis akan bekerja maksimal untuk semuanya bekerja untuk Terminal 5 raksasa yang direncanakan bakal dibangun nantinya.

Bangunan raksasa itu akan mampu menampung 50 juta penumpang per tahun ketika dibuka pada 10 tahun ke depan, menjadikannya sebagai salah satu terminal penumpang terbesar dan paling otomatis di dunia.

"Bandara semakin besar dan besar dan perlu memproses volume penumpang yang lebih tinggi dan lebih tinggi .Mengingat kebutuhan untuk menyediakan layanan yang cepat dan efisien - mulus untuk penumpang, otomatisasi adalah satu-satunya cara untuk melakukan ini dalam skala besar,” kata Jeffrey Lowe, Managing Director di Asian Sky Group di Hong Kong seperti dilansir bloomberg, Senin (17/9/2018).

Singapura memiliki banyak alasan untuk melakukan otomatisasi di bandara. Negara tersebut memiliki potensi yang baik untuk perkembangan teknologi, ditambah orang-orang yang semakin tua dan semakin tidak mau melakukan pekerjaan manual seperti penanganan bagasi atau pengemasan nampan makanan. 

Ini juga perlu dilakukan untuk terus meningkatkan Changi agar tetap berada di depan diantara persaingan dari tetangga yang meningkatkan dan memperluas bandara mereka sendiri.

“Saat ini diperkirakan lebih dari 1 miliar orang di Asia melakukan penerbangan selama 2018 - 2035, ”kata Chief Executive Officer SATS Alex Hungate, perusahaan provider penyedia gerbang jaringan dan makanan. “Sistem otomatis akan membantu perusahaan mengelola volume penumpang yang lebih tinggi tanpa tambahan tenaga kerja.”

SATS mengatakan produktivitas staf dalam hal nilai tambah per biaya tenaga kerja telah meningkat 11% dalam empat tahun terakhir. Tahun fiskal lalu, biaya stafnya turun untuk pertama kalinya sejak tahun 2008.

“Mereka [SATS] telah mencapai tingkat otomatisasi yang lebih tinggi di dapur dalam penerbangan. Sekarang, mereka berfokus pada layanan gateway dan penanganan darat untuk pesawat dan bagasi,” kata K. Ajith, seorang analis di UOB Kay Hian Pte di Singapura. 

Dapur SATS menyiapkan hampir 100.000 porsi makanan sehari di Singapura dan lebih dari empat kali jumlah itu dalam operasinya di seluruh wilayah. Meskipun belum ada robot yang memasak, akan tetapi sistem pengemasan sendok makan otomatisnya telah meningkatkan produktivitas sebesar 36%. 

ST Engineering Co., perusahaan teknologi andalan di Singapura mengaku sedang menguji aerobridges otonom yang menyelaraskan ke pintu pesawat menggunakan laser dan kamera. Teknologi yang sama dapat digunakan untuk peralatan bandara lainnya, seperti truk katering.

t menggunakan laser dan kamera. Teknologi yang sama dapat digunakan untuk peralatan bandara lainnya, seperti truk katering.

Sumber : bloomberg

Tag : bandara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top