Begini Suasana Seru & Kerennya Festival Pesona Moyo di Sumbawa

Festival Pesona Moyo 2018 resmi dimulai pada Sabtu (15/9/2018). Suasana seru langsung tercipta di hari pertama pelaksanaan.
Yanita Petriella | 16 September 2018 00:31 WIB
Festival Pesona Moyo 2018 - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Festival Pesona Moyo 2018 resmi dimulai pada Sabtu (15/9/2018). Suasana seru langsung tercipta di hari pertama pelaksanaan.

Pemicunya adalah event Barapan Kebo. Lomba adu cepat dengan kerbau ini paling dinanti. Buktinya, Lintasan Pacu Sumir Payung, di Desa Karang Dima Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dipenuhi pengunjung.

Festival Pesona Moyo 2018 dibuka oleh Wakil Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah. Tak lama setelah opening, Barapan Kebo langsung digeber. Jepretan kamera para wisatawan, langsung tertuju ke lintasan. Mereka seolah tidak ingin melewatkan setiap momen yang tercipta

Saking antusiasnya, pengunjung seolah tidak terganggu dengan panas yang menyengat. Saat joki dan para kerbaunya beraksi, tepuk tangan penonton seketika bergemuruh.

Dukungan penonton mampu membakar semangat para joki. Mereka tampil semakin percaya diri. Suasana makin pecah ketika sang joki mampu mencapai finis dan menyentuh saka.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan festival ini mampu menghadirkan keseruan yang luar biasa.

"Ini baru keren, beken, paten. Festival ini memang layak masuk menjadi bagian dari 100 Wonderful Events 2018. Sajiannya unik dan berkelas," ujarnya dalam siaran pers pada Sabtu.

Dia menuturkan budaya itu semakin dilestarikan semakin menyejahterakan.

Pembukaan Festival Pesona Moyo ini salah satu buktinya di mana tradisi Barapan Kebo yang unik mampu menjadi atraksi wisata yang menarik bagi wisatawan.

Atraksi ini juga mampu menarik perhatian puluhan yachter peserta Sail Moyo Tambora. Bahkan, mereka tak segan-segan masuk sawah dan berlumpur demi sebuah momen di Barapan Kebo. Sejumlah yachter bahkan ikut mencoba menjadi joki.

"Sungguh luar biasa. Momen yang tak bisa dilupakan. Seru, adrenalin terpompa. Sangat menyenangkan. Saya ingin mencobanya lagi," ujar Max, yachter asal Australia yang menjadi joki Barapan Kebo.

Max menilai Barapan Kebo adalah tradisi yang unik. Untuk itu dirinya pun terpacu untuk ikut mempromosikan Sumbawa sehingga wisatawan mancanegara lainnya dapat turut merasakan sensasi berwisata di Sumbawa.

"Pasti saya akan ceritakan. Biar semua tahu jika Sumbawa itu keren. Tradisinya unik. Pokoknya turis itu wajib datang dan menikmati Sumbawa," kata Max.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang kebudayaan Taufik Razen menilai Festival Pesona Moyo sangat tepat masuk ke 100 Wonderful Event Kemenpar tahun 2018. Pasalnya sajiannya sangat berkelas.

"Festival ini mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Interaksi langsung dengan wisatawan yang datang tentunya membuat festival ini semakin berkelas. Kemasan ini yang jarang disuguhkan di festival pariwisata lainnya," ujarnya.

Dia menambahkan interaksi yang ada bukan sekadar memberikan hiburan bagi wisatawan, melainkan juga sebagai media promosi yang efektif. Pasalnya, mereka akan menceritakan ini sekembalinya mereka ke negaranya. Bahkan mereka pun akan mem-posting ini di media sosial mereka.

"Bayangkan efek dominonya. Turis akan semakin tertarik datang. Karena saat ini wisatawan itu berwisata bukan sekedar liburan saja, mereka berwisata mencari pengalaman. Ini harus dicontoh oleh daerah lainnya," ucap Taufik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Area II Regional III Kemenpar, Hendry Noviardi mengatakan sajian berkelas disuguhkan Festival Pesona Moyo 2018. Semua mengupas tuntas kekayaan adat Sumbawa. Mulai dari Karnaval Pesisiran, pertunjukan seni tradisional seperti Sakeco, Saketa, dan Bagero.

Ada juga pacuan kuda tradisional, Jelajah Alam Pulau Moyo, Ritual Melala Satu Muharam, Balap Sampan, Gebyar Pesta Jagung dan Rantok 1000 Denek, dan masih banyak yang lainnya hingga penutupan pada 23 September 2018.

"Jadi, mumpung masih ada waktu, silakan ke Festival Pesona Moyo 2018. Rasakan sensasi berbeda dari setiap suguhannya yang sekaligus memperkaya khasanah budaya kita," ungkapnya.

Tag : pariwisata
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top