Menikmati Sajian Kuliner Khas Arab

Festival kebudayaan Arab Saudi di Saudi House, Resto Dua Pulau Senayan, Jakarta terkait dengan Asian Games 2018 menyimpan kesan tersendiri bagi masyarakat Indonesia, termasuk para pencinta kuliner.
Eva Rianti | 03 September 2018 18:28 WIB
Nasi Halwa dari Arab Saudi - Jibi/Eva Rianti

Festival kebudayaan Arab Saudi di Saudi House, Resto Dua Pulau Senayan, Jakarta terkait dengan Asian Games 2018 menyimpan kesan tersendiri bagi masyarakat Indonesia, termasuk para pencinta kuliner.

Selain menikmati beragam seni budaya, mulai dari musik, tarian tradisional, hingga pameran kaligrafi banyak pengunjung yang hadir di festival tersebut bertujuan untuk menikmati sajian kuliner khas Arab Saudi.

Ali Nahas, koki yang bekerja bagi Pemerintah Arab Saudi menuturkan bahwa sajian masakan yang dihidangkan kepada para pengunjung Saudi House relatif berbeda-beda setiap hari.

Salah satu yang disediakan adalah nasi kabsah. Makanan ini secara sekilas mirip dengan nasi Kebuli. Nasi ini terlihat memiliki campuran warna, seperti putih dan oranje serta tampak pula potongan jagung yang dicampur pada nasi.

Disediakan dua butir daging sapi sebagai lauknya. Nasi yang berbentuk panjang mungil ini memiliki cita rasa yang cukup asam sekaligus manis karena menggunakan tomat.

Agak berbeda dengan nasi khas Arab lainnya, seperti nasi briyani yang memiliki cita rasa agak pedas karena menggunakan bumbu kari atau nasi mandhi yang memiliki cita rasa yang gurih karena campuran kaldu kambing.

Selain nasi kabsah, tersedia pula kuliner bernama halwa. Makanan berwarna kuning ini mirip dengan dodol. Rasanya cukup manis dan terasa ada telur di dalamnya.

"Bahan-bahan dari halwa di antaranya mentega dan gula," ujar Nahas.

Bahan lainnya berupa beberapa butir telur, tepung terigu, tepung beras, dan garam. Lidah Indonesia tentu cukup familiar dengan makanan ini karena bahan-bahannya pun sangat dikenal.

Kuliner lainnya adalah mahela. Makanan ini menjadi salah satu hidangan yang terkenal di Arab Saudi, juga mendapatkan popularitas di wilayah Suriah, Palestina, dan Lebanon.

Kuliner berwarna cokelat ini populer disajikan di pesta rumah, acara besar, dan pernikahan. Mahela dilengkapi dengan topping berupa wijen sehingga rasa aslinya yang manis serta memiliki rasa gurih.

Selain beberapa kuliner tersebut, disediakan pula kurma dan air zam zam. Ada sebanyak sepuluh jenis kurma, yaitu sukhari, nabtah ali, klas, wnanah, barhe, majdool, rashodiah, shafra, fankah, dan kasabah. Seluruh kurma ini berasal dari daerah Al Qassim.

Sukhari menjadi kurma terfavorit. Pertama kali mencicipi kurma ini, terasa seperti menggigit cruncy caramel. Warnanya cokelat terang dan ujungnya kuning ranum. Daging buahnya sangat lembut sehingga lumer di mulut saat dimakan. Kurma ini juga sangat disukai para raja di kawasan Arab Saudi karena memiliki khasiat untuk menambah stamina.

"Kami menyajikan kuliner Arab Saudi ini kadang 400 porsi, 500 porsi, bahkan sampai 1.000 porsi," tambah Nahas.

Tag : kuliner
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top