Cara Mengatur Bujet Bulan Madu Agar Tidak Tekor

Guna mewujudkan bulan madu impian, tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk kunjungan ke negara yang jauh. Oleh karena itu, persiapan finansial yang matang wajib dilakukan agar honeymoon berkesan sepanjang hidup.
Asteria Desi Kartika Sari | 31 Agustus 2018 21:22 WIB
Ilustrasi-Wisata Lombok Tengah, NTB - Antara

Merencanakan pernikahan sepertinya tidak bisa terpisahkan dengan bulan madu. Setiap pasangan pasti memiliki bulan madu impian yang ingin mereka wujudkan. Dari berkeliling Eropa, menikmati suasana pantai di Maldives, hingga mengunjungi Reykjavik di Islandia untuk menyaksikan aurora.

Guna mewujudkan bulan madu impian, tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk kunjungan ke negara yang jauh. Oleh karena itu, persiapan finansial yang matang wajib dilakukan agar honeymoon berkesan sepanjang hidup.

Perencana keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad mengatakan, bagi pasangan yang ingin mewujudkan bulan madu impian sebaiknya menyisihkan biaya sejak awal, atau beriringan dengan acara pernikahan. Dengan kata lain, bulan madu juga dapat direncanakan jauh-jauh hari.

Misalnya saja, Anda telah memperhitungkan biaya pernikahan dengan bulan madu total sebesar Rp500 juta. “Acara bulan madu ini kan tiket, hotel dapat dibeli jauh-jauh hari. Itu harus disisihkan dari awal pernikahan. Kadang acara pernikahan ada saja yang kurang, atau ada saja biaya tak terduga, kalau uangnya terpakai, tidak bisa bulan madu,” kata Tejasari.

Komposisi biaya yang harus disisihkan, lanjutnya, tergantung dari kebutuhan pasangan. Menurutnya pilihan tempat untuk bulan madu juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan biaya. Ada bulan madu yang murah, ada juga yang paling mahal hingga ke luar negeri. Oleh karena itu, pasangan harus dapat memperhitungkan kebutuhan mereka.

“Mau yang murah ataupun mahal semuanya bisa, komposisi balik lagi ke pasangan maunya bagaimana, Yang perlu diingat sebaiknya jangan berhutang karena akan memberatkan nantinya,” lanjutnya.

Westin Buka Resor di Maladewa Oktober

Pasalnya, lanjut Tejasari, yang menjadi permasalahan ketika mewujudkan bulan madu dengan berhutang. Mempersiapkan acara pernikahan saja sudah membengkak ditambah lagi dengan hutang untuk bulan madu. “Jadi hutangnya semakin besar, itu membahayakan keuangan atau cash flow setelah acara pernikahan,” jelasnya.

Bulan madu yang direncanakan mendadak membuat banyak pasangan tidak dapat mengambil keputusan secara bijak. Inilah yang sering menyebabkan menjadi over budget.

Menurutnya, boleh saja menggunakan kartu kredit untuk membantu mewujudkan impian tersebut. Asalkan pasangan dapat memastikan dapat melunasi dengan tepat waktu, atau tidak hanya membayar cicilan dengan minimum payment, karena akan ada bunga yang dapat membuat utang semakin membengkak saja.  “Itu yang jadi pekerjaan rumah,” katanya.

Opsi lain, Anda dan pasangan juga dapat menunda bulan madu hingga bujet terkumpul  atau setelah permasalahan pascapernikahan selesai untuk membiayai perjalanan ke tempat bulan madu impian.

 https://img.bisnis.com/thumb/posts/2018/02/21/741211/maldives1.jpg?w=600&h=400

STRATEGI PENUNDAAN

Co Founder The Bride Dept Friska Ruslim menambahkan bicara mengenai industri pernikahan memang sangat bersifat personal. Begitu juga dengan dalam merencanakan bulan madu, bergantung dengan pasangan masing-masing.

Ada yang setelah menikah langsung pergi bulan madu, ada pula yang ingin menunda, atau bahkan ada juga yang tidak bulan madu.

Friska mengatakan bahwa keputusan untuk menunda untuk berbulan madu pun beragam, misalnya karena ingin menyesuaikan musim suatu negara, ada juga yang ingin menabung dahulu untuk memenuhi bujet agar bisa melakukan perjalanan ke negara yang diinginkan.

“Misanya ada yang merencanakan ke Islandia, mau lihat aurora. Nah, biasanya ada yang menunda sampai dengan akhir tahun,” katanya.

Atau apabila Anda berdua bermimpi tentang pantai, dapat memilih pulau kecil namun romantis yang memang sudah terbiasa menerima turis untuk berbulan madu. Pergunakan fasilitas homestay yang tentunya lebih murah dari hotel berbintang, namun dengan kenyamanan yang tak jauh berbeda.

Sama halnya dengan merencanakan pesta pernikahan, rencana berbulan madu juga harus dipersiapkan dengan matang. Beri waktu yang cukup untuk melakukan survei terhadap tempat pilihan. Diskusikan dengan pasangan Anda hal-hal apa saja yang ingin dilakukan di tempat berbulan madu.

Selain itu, apabila memang Anda dan pasangan menikah di waktu-waktu high season, lebih baik ditunda terlebih dahulu bulan madu untuk menghindari pembekakan bujet. Pasalnya, apabila tempat yang dikunjungi ramai turis, biasanya ongkos transportasi dan biaya penginapan akan lebih mahal.

Tag : pariwisata, bulan madu
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top