Jalur Pendakian di Gunung Rinjani Longsor

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan terjadi longsoran di jalur pendakian Gunung Rinjani, Lombok, akibat gempa berkekuatan 7.0 skala richter (SR) pada Minggu (5/8/2018).
Newswire | 06 Agustus 2018 16:33 WIB
Pendaki Gunung Rinjani yang sempat terjebak longsor akibat gempa bumi tiba di Pos Bawaknao, Sembalun, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, BANDUNG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan terjadi longsoran di jalur pendakian Gunung Rinjani, Lombok, akibat gempa berkekuatan 7.0 skala richter (SR) pada Minggu (5/8/2018).

"Terkait dengan potensi longsor, terjadi longsor terutama jalur pendakian mengalami retak-retak," ujar Kepala PVMBG Bandung, Kasbani, Senin (6/8/2018).

Kasbani mengatakan, gempa yang terjadi di Lombok disebabkan patahan aktif Flores Back Arc di lereng utara Gunung Rinjani dengan titik pusat berada di daratan. Akibat gempa tersebut membuat 91 orang meninggal dunia dan ratusan bangunan rusak.

Menurutnya, berdasarkan kondisi di lapangan pada saat pemeriksaan di jalur pendakian dan sekitar Plawangan Sembalun, terjadi reruntuhan batu pada beberapa lokasi ketika terjadi gempa yang dirasakan.

"Dengan kondisi retakan yang ada dan kegempaan yang masih sering terjadi, maka dapat disimpulkan bahwa masih terdapat potensi terjadi longsoran dan reruntuhan batu di sekitar jalur pendakian," katanya.

Ia pun merekomendasikan agar jalur pendakian ditutup sementara untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Rentan terjadi longsor lagi terutama pada musim hujan. Ini rekahan-rekahan akan terisi (air hujan) akan membuat longsor," katanya.

Sumber : Antara

Tag : gempa lombok
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top