Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melihat Olahraga Ekstrem di Bosnia Sejak 400 Tahun Lalu

Olahraga ekstrem mungkin tampak seperti sebuah permainan modern bagi pecandu adrenalin seperti melompat dari jarak cukup tinggi saat ini.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 Agustus 2018  |  09:49 WIB
Stari Most adalah sebuah jembatan Utsmaniyah abad ke-16 yang dibangun ulang di kota Mostar, Bosnia dan Herzegovina yang melintasi sungai Neretva dan menghubungkan dua bagian dari kota tersebut. - wikipedia
Stari Most adalah sebuah jembatan Utsmaniyah abad ke-16 yang dibangun ulang di kota Mostar, Bosnia dan Herzegovina yang melintasi sungai Neretva dan menghubungkan dua bagian dari kota tersebut. - wikipedia

Bisnis.com, SARAJEVO - Olahraga ekstrem mungkin tampak seperti sebuah permainan modern bagi pecandu adrenalin seperti melompat dari jarak cukup tinggi.

Di kota kuno Bosnia Mostar, melompat atau menyelam dari jembatan setinggi 24 meter adalah ujian keberanian yang sudah ada sejak lebih dari 400 tahun.

Tahun ini, Emil Petrovic adalah peserta termuda dalam festival olahraga tahunan di Bosnia. Dia masih berusia 16 tahun. Kontes lompat tinggi ke-452 tahun ini, diadakan di jembatan putih dan menantang gravitasi yang melengkung di atas Sungai Neretva dari jarak 24 meter (79 kaki) di atas air.

"Di kota ini, ada kewajiban bagi setiap anak laki-laki seusia saya untuk menyelam dari Stari Most," katanya dilansir Reuters, Senin (30/7/2018).

Jembatan tua era Ottoman yang menjadi ikon kota tersebut selesai dibangun pada sekitar tahun 1566 atau tahun 1567. Jembatan itu berdiri hingga saat artileri Kroasia Bosnia menghancurkannya pada tahun 1993, saat Perang Bosnia. Situs Warisan Dunia UNESCO ini kemudian dibangun kembali pada tahun 2004.

Pemuda pertama yang melompat dari Stari Most ke perairan dari Neretva, yang merupakan penjelajah Ottoman abad ke-17 Mehmed Zilli, adalah Evliya Celebi. Dia melakukan perjalanan kekaisaran selama 40 tahun, merekam pengamatannya dalam Kitab Perjalanan.

Dalam bukunya, Celebi menulis jika dilihat dari kejauhan, jembatan itu terlihat seperti busur yang panahnya baru saja diterbangkan, dan kemudian membeku. Dia mengatakan bahwa penyelam berlari sebelum melompat dari jembatan, jatuh ke sungai dan terbang di udara seperti burung melakukan aksinya.

Sampai hari ini, kontes ‘layang menyelam’ yang dirayakan Celebi masih dilakukan oleh penyelam Mostar. Meski begitu bagi Emil Petrovic, dia lebih mengambil opsi yang aman, melompat dengan kaki terlebih dahulu. Kontes tersebut menarik 40 pesaing lokal dan internasional dan penonton beberapa ribu.

“Saya ingin melestarikan tradisi - tetapi juga untuk menunjukkan bahwa saya sudah dewasa dan berani,” kata Emil.

Sejak tahun lalu dia ingin ikut berkompetisi namun dicegah sang ibu. Tahun ini, dia baru menjalani debutnya untuk membanggakan orang tua.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oh dunia

Sumber : Reuters

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top