Helitur Jadi Tren Wisata di Bali, Ada Paket Perorangan

Wisatawan di Bali mulai melirik layanan tur menggunakan helikopter lantaran menghindari macet saat high season dan untuk merasakan sensasi baru selama berlibur.
Ni Putu Eka Wiratmini | 30 Juli 2018 14:34 WIB
Nusa Lembongan - Bisnis/Natalia Indah Kartikaningrum

Bisnis.com, DENPASAR – Wisatawan di Bali mulai melirik layanan tur menggunakan helikopter lantaran menghindari macet saat high season dan untuk merasakan sensasi baru selama berlibur.

Hal itu diakui oleh Airbali, perusahaan penyedia layanan tur menggunakan helikopter. Bahkan, makin banyaknya wisatawan yang memilih alternatif layanan helikopter membuat perusahaan ini menarget jumlah penumpang sebanyak 1.000 orang pada 2018 atau lebih tinggi 20% dari realisasi tahun lalu.

General Manager Sales and Marketing Airbali Marina Trudy mengatakan banyak wisatawan yang memilih untuk memanfaatkan jasa penerbangan karena jalanan Bali yang sering macet terutama saat high season. Wisatawan dengan budget tinggi ini pun memilih jalur udara untuk menuju hotel maupun tempat wisata, atau sekedar melakukan tur.

Menurutnya, lantaran potensi inilah, saat ini pihaknya telah melayani penerbangan untuk perorangan dari biasanya yang hanya menjalankan penerbangan charter. Biasanya, charter tersebut dilakukan oleh wistawan berkelompok sebanyak 5 orang yang ingin melakukan tur di Bali lewat jalur udara. Tur yang dilayani yakni menuju ke sejumlah tempat wisata seperti Uluwatu, Tanah Lot, Gunung Agung, maupun Gunung Batur.

Kata dia, sejak melayani wisatawan perorangan dengan minimal pemesan 2 orang, Airbali menjadi kebanjiran penumpang. Tercatat, selama Juli 2018, dalam sehari pihaknya bisa melayani hingga 50 orang.

Kondisi ini juga didukung oleh adanya gelombang tinggi yang menyebabkan penyebrangan lewat jalur laut ditunda ke sejumlah pulau seperti Kepuluan Nusa Penida. Selain itu, Juli 2018 juga merupakan masa high season.

“2018 ditargetkan lebih besar karena saya lihat makin banyak orang yang tahu kegunaan transfer tur, makin banyak orang yang tahu makin bagus secara bisnis untuk kita,” katanya, Senin (30/7/2018).

Menurutnya, makin banyaknya tempat wisata di Bali seperti hadirnya patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang sebentar lagi rampung juga mampu menarik wisatawan menggunakan layanan Airbali. Bahkan, aktivitas Gunung Agung juga membuat mereka tertarik untuk melakukan tur penerbangan ke sana.

Namun, karena alasan keselamatan, permintaan penumpang yang ingin melihat Gunung Agung dari jalur udara kerap ditolak dan dialihkan ke paket tur Gunung Batur.

“Sekarang seluruh wilayah Bali sudah tercover kita lebih mau mengangkat GWK itu juga bisa dimasukkan dalam tur,” katanya.

Kata dia, selama ini penumpang yang mendominasi layanan Airbali adalah wisatawan mancanegara yakni kebangsaan Eropa maupun Amerika Serikat. Dengan adanya harga perorangan dan tidak hanya melayani charter, diharapkan wisatawan domestik juga mulai melirik alternatif wisata ini.

Tercatat, 50% penumpang Airbali merupakan kebangsaan Eropa dan Amerika Serikat. Sedangkan sisanya, wisatawan India, Timur Tengah, China dan domestik.

“Sekarang semakin tinggi permintaan apalagi dengan memberikan harga perorangan, apalagi masa high season jalanan macet dan makin banyak turis lebih memilih jalur udara,” katanya.

Tag : bali
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top