LAPORAN DARI JEPANG (7) : Enam Topeng di Peringatan Hubungan Indonesia-Jepang

Kata lain topeng adalah kedok alias penutup wajah, yang secara harafiah dapat diartikan sebagai penutup wajah, yang digunakan untuk menyembunyikan identitas asli dari pemakainya.
Fatkhul Maskur | 28 Juli 2018 23:00 WIB
Melukis topeng. - Bisnis.com

Hubungan diplomatik Indonesia-Jepang telah berlangsung selama 6 dasawarsa. Tahun ini, persahabatan kedua negara diperingati dengan berbagai kegiatan, termasuk Festival Indonesia di Hibiya Park, Tokyo, 28—29 Juli 2018. Dalam rangka peringatan 60 tahun persahabatan itu, saya dan beberapa jurnalis dari Indonesia berkunjung ke Tokyo atas undangan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia—pabrikan mobil yang 95% sahamnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation (TMC).

Berikut Laporannya:

Jepang dan Indonesia adalah negara yang kaya akan kesenian dan produk budaya. Salah satunya ialah topeng. Di beberapa pusat souvenir di Jepang, seperti di Oshina Hakkai atau Asakusa Kannon Temple, terdapat beragam topek khas Jepang, mulai dari Topeng Samurai, Topeng Kendo, Hyotokko, Okame, Hannya, Topeng Noh, Ultraman, Animegao, Kappa, Kitsune, hingga Tengu.

Kata lain topeng adalah kedok alias penutup wajah, yang secara harafiah dapat diartikan sebagai penutup wajah, yang digunakan untuk menyembunyikan identitas asli dari pemakainya. Di sisi lain, topeng bisa juga digunakan untuk menunjukkan pesan tertentu. Topeng di kesenian umumnya untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian.

Seperti halnya Jepang, Indonesia juga memiliki beragam topeng. Sebagai bagian dari produk kesenian, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperkenalkan enam ragam dari sekian banyak topeng produk kesenian Indonesia di ajang Festival Indonesia.

Keenam enam topeng tersebut meliputi Topeng Batik, Topeng Panji, Topeng Samba, Topeng Rumyang, Topeng Tumenggung, hingga Topeng Kelana/Rahwana.

1. Topeng Batik

Topeng yang terbuat dari kayu randu, nangka, atau waru yang telah diukir sesuai wajah tokoh pewayangan, selanjutnya dicat dengan motif batik. Cara pengecatannya pun berbeda, dan mengikuti alur motif ukuran dari wajah topeng. Ada Arjuna, ada pula Radeya Karna. Ada Kresna, ada pula wajah Sengkuni. Ada Sinta, Subadra, Drupati, hingga Dewi Kunthi.

2.  Topeng Panji

Topeng ini merupakan simbol berhati putih dan bersih. Ibarat bayi yang baru lahir. Dalam falsafah Jawa, Panji menggambarkan kehidupan dan budi luhur serta penyerahan diri pada Tuhan. Ia berada pada tingkat tertinggi manusia yakni incan cita (insane kamil), yaitu perilaku yang tidak goyah serta menyadari bahwa setiap hembusan napasnya adalah dari Tuhan.

3. Topeng Samba

Topeng ini dikenal juga dengan nama Pamindo. Pindho, dalam bahasa Jawa artinya dua kali, atau fase kedua kali. Topeng ini menggambarkan fase pertumbuhan anak-anak remaja yang diperlihatkan tanda-tanda keceriaan, lucu dan kesegaran ekspresinya.

4. Topeng Rumyang

Topeng ini merupakan simbol manusia memasuki fase remaja atau fase akil balig. Bentuk mulutnya tersenyum, raut wajahnya menampakkan keceriaan. Kedoknya berwarna merah muda atau jingga sebagai lambing peralihan dari masa remaja menuju masa dewasa.

5. Topeng Tumenggung

Topeng ini menggambarkan manusia yang sudah menginjak dewasa dan telah menemukan jati dirinya. Topeng ini adalah milik ksatria yang gagah berani berperang melawan angkara murka. Sikapnya tegas, berkepribadian, bertanggung jawab.

6. Topeng Kelana/Rahwana

Konon topeng ini menggambarkan sosok Kelana atau Menak Jinggo. Ia merupakan Sosok yang gagah, berani, dan suka berkelana. Ada juga yang menyebutnya sebagai gambaran sosok Rahwana, yang sifatnya angkara murka dan kerakusan.

Tentu saja ini adalah topeng sebagai produk kesenian. Dan, sebaik-baiknya hubungan persahabatan adalah relasi tanpa menggunakan topeng. Bukan begitu?

Tag : Festival Indonesia di Tokyo
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top