LAPORAN DARI JEPANG (6) : Inilah 15 Sajian Toyota di Festival Indonesia, Tokyo

Stan Toyota berkonsep Rumah Adat Karawang dengan pembagian empat zona berbeda yang mewakili perjalanan panjang pabrikan mobil Jepang tersebut di Indonesia. Di samping itu, Toyota juga menyiapkan penampilan 14 kesenian tradisional lainnya, untuk lebih mengenalkan Indonesia.
Fatkhul Maskur | 28 Juli 2018 23:00 WIB
Stan Toyota di Festival Indonesia di Hibiya Park, Tokyo, Sabtu (28/7 - 2018)

Hubungan diplomatik Indonesia-Jepang telah berlangsung selama 6 dasawarsa. Tahun ini, persahabatan kedua negara diperingati dengan berbagai kegiatan, termasuk Festival Indonesia yang digelar di Hibiya Park, Tokyo, 28—29 Juli 2018. Dalam rangka peringatan 60 tahun persahabatan itu, saya dan beberapa jurnalis dari Indonesia berkunjung ke Tokyo atas undangan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia—pabrikan mobil yang 95% sahamnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation (TMC).

Berikut Laporannya:

Festival Indonesia di Hibiya Park, Tokyo, rencananya dibuka hari ini Minggu (29/7/2018). Ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan dalam peringatan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang, sejak ditandatangani Perjanjian San Francisco, 20 Februari 1958.

Berbagai kegiatan telah diselenggarakan oleh kedutaan besar kedua negara, dimulai dari Jakarta (19 Januari), dilanjutkan di Medan dan Surabaya (23 Januari), Bali (26 Januari), dan Makassar (11 Februari 2018). Setelah Festival Indonesia di Tokyo, peringatan persahabatan kedua negara akan dilanjutkan ke beberapa kota di Jepang, yakni di Tokyo, Osaka, Fukuoka, Nagoya, Hiroshima, dan Hokkaido.

Festival Indonesia dikemas dalam bentuk promosi budaya Indonesia, dengan menampilkan pertunjukan beragam kesenian dan produk budaya Indonesia. sekitar 150 stan pameran produk Indonesia juga dihadirkan di ajang ini.

Turut ambil bagian dalam semarak perhelatan peringatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo bertajuk Festival Indonesia ini, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mendirikan anjungan pameran bertema Heritage—An Inside Look at Our Jouney.

Stan Toyota berkonsep Rumah Adat Karawang dengan pembagian empat zona berbeda yang mewakili perjalanan panjang pabrikan mobil Jepang tersebut di Indonesia, yakni zona produk, zona manufaktur, zona ekspor/ekspansi global, dan zona kontribusi sosial.

Di samping itu, Toyota juga menyiapkan penampilan 14 kesenian tradisional lainnya, untuk lebih mengenalkan Indonesia.

1.  Tari Mutiara Nusantara

Tarian ini diawali dengan tari bendera yang melambangkan persahabatan kedua negara Indonesia-- Jepang. Gerakan  para penari yang dinamis menceritakan keharmonisan bangsa Indonesia dengan perbedaan-perbedaan suku, budaya, agama , dan bahasa. Mulai dari barat hingga ke timur, kepulauan Indonesia digambarkan dengan kelincahan dan keceriaan para remaja tradisional Indonesia.

2. Tari Saman (Aceh)

Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan aspek pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Sebagai mukaddimah atau pembuka sebelum tarian ini dimulai, tetua atau pemuka adat yang mewakili masyarakat setempat (keketar) tampil untuk memberikan nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.

Lagu dan syairnya diungkapkan secara  bersama dan berkesinambungan. Pemainnya terdiri dari para  pria yang masih muda dengan memakai pakaian adat. Selain untuk dipentaskan, tarian tersebut juga dapat  dijadikan perlombaan antara dua grup, yakni grup tamu dengan  grup  tuan rumah. Penilaiannya diambil dari kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak tarian dan lagu (syair) yang ditampilkan oleh pihak lawan.

3.  Tari Piring (Minangkabau)

Tari  Piring  termasuk  tari  tradisional  yang  sudah  berumur  ratusan tahun dan berasal dari Solok Minangkabau, Sumatra Barat. Tarian ini menggambarkan rasa kegembiraan saat musim panen tiba. Para muda-mudi mengayunkan gerak langkah  dengan menunjukkan keahliannya dalam memainkan piring di tangannya. Ritual  untuk menunjukan rasa syukur ini dilakukan oleh beberapa gadis cantik dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang diletakkan didalam piring.

Para gadis dipercantik dengan pakaian yang bagus lalu membawa makanan  dalam piring tersebut dengan gerakan yang dinamis. Setelah agama Islam masuk Minangkabau, tradisi tarian ini tetap  diteruskan,  tapi  hanya  sebagai  hiburan  bagi  masyarakat. Tarian ini diiringi musik talempong, rebab atau rabab dan saluang.

4. Tari Zaipin Rebana (Riau)

Tarian Zapin merupakan salah satu jenis tarian Melayu yang masih ada hingga sekarang. Tarian Zapin berasal dari perkataan Arab yaitu “Zaffan” yang artinya penari dan “Al-Zapin” yang artinya gerak kaki. Tarian  ini  terinspirasi  oleh  budaya  peranakan  Arab  dan  diketahui berasal dari Yaman yang pada mulanya tarian ini merupakan tarian hiburan di istana.

5. Tari Kembang Putri (Betawi)

Tari Kembang Putri digunakan untuk menyambut tamu negara dalam perayaan hari-hari besar daerah atau nasional dan juga pada perayaan pengantin atau hajatan. Tarian ini menggambarkan putri-putri remaja cantik yang sedang bermain di taman bunga. Mereka memetik beberapa bunga kemudian dirangkai menjadi kembang bogam, kembang bogam  ini mereka bawa sambal menari dengan gemulai. Tari ini diiringi seperangkat gamelan dengan irama lagu yang sudah baku.

6. Tari Lenggang Nyai (Betawi)

Tari Lenggang Nyai adalah salah satu tarian khas Jakarta yang diambil dari sebuah cerita rakyat. Banyak pesan dan makna yang ingin disampaikan melalui tarian ini, terutama pesan  mengenai kebebasan wanita. Tari ini pun  sering  kali  ditampilkan  dalam berbagai  acara  di  Jakarta.  Dalam  pertunjukannya,  penari  menari dengan  gerakan  yang  lincah  yang  menggambarkan  keceriaan  dan keluwesan  gadis  Betawi.  Kelincahan  tersebut  terlihat  dari  gerak tubuh, kaki dan tangan para penari yang bergerak cepat tetapi tetap harmonis  dengan  musik.  Beberapa  gerakan  juga  menggambarkan kebimbangan  Nyai  Dasimah  saat  mengambil  keputusan  untuk memilih pendamping hidupnya.

7. Tari Sisingaan (Jawa Barat)

Sisingaan diciptakan sekitar tahun 1975 oleh para seniman sunda, karena mengingat datangnya kesenian reog  Ponorogo  ke  kota tersebut yang di bawa oleh kaum urban dari Ponorogo. Setelah para seniman  sunda  berdiskusi dengan seniman reog yang sangat berbeda dengan Reog Dog-Dog Sunda, bahwa reog dari Jawa Timur lebih menarik perhatian dan memiliki nilai filosofi dan catatan sejarah saat melawan kolonial Belanda, maka diciptakanlah sebuah kesenian yang mampu menunjukan identitas khas Subang darigagasan para seniman.

8.Tari Cendrawasih (Bali)

Sesuai namanya, tari cendrawasih adalah tarian yang gerakannya terinspirasi dari kehidupan burung, sama seperti tari Manuk Rawa dan tari Belibis yang juga merupakan bagian dari seni tari Bali. Burung cendrawasih  sendiri dalam  mitologi Hindu Bali dianggap sebagai burungnya para dewa atau disebut Manuk Dewata. Secara sederhana, tari Cendrawasih adalah tari yang mengangkat tema atau kisah tentang sepasang burung cendrawasih yang tengah memadu kasih. Namun, jika dipahami lagi, secara eksplisit tarian ini memiliki makna filosofis  tentang keindahan pulau Bali yang tiada bandingnya, baik dari segi keindahan alam maupun dari segi keindahan budaya.

9.  Pencak Silat (Karawang)

Olahraga pencak silat dapat dikatakan sebagai seni sebab dalam olahraga ini adalah unsur-unsur bela diri,  budi pekerti, dan pembentukan sikap. Adanya kepribadian yang kuat dan semangat kebangsaan berguna untuk membentuk  manusia  pembangunan. Pencak silat ditinjau dari sudut seni harus mempunyai keselarasan dan keseimbangan antara wirama, wirasa, dan wiraga atau keserasia irama, penyajian teknik dan penghayatan.

10. Tari Gaba-Gaba (Maluku)

Tari Gaba-Gaba adalah salah satu tarian tradisional sejenis tarian pergaulan yang berasal dari Maluku. Tarian ini biasa dilakukan oleh para muda-mudi, dimana para laki-laki memainkan gaba-gaba dan para perempuan menari   dan menghindari gaba-gaba tersebut. Gaba-gaba sendiri merupakan bilah  pohon sagu yang digunakan sebagai  properti menari dan sekaligus menjadi musik pengiring tarian  ini. Tari Gaba-Gaba merupakan salah satu  kesenian  dan permainan tradisional yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Maluku  dan  sering  ditampilkan  di  berbagai  acara  adat  maupun hiburan.

11.  Tari Maumere (Nusa Tenggara Timur)

Lagu Gemu Fa Mi Re diciptakan dan dinyanyikan oleh Nyong Franco, seniman asal Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Namun di telinga warga  Bontang,  lagu ini lebih akrab  dikenal  dengan  nama “Maumere”. Karena musiknya yang terdengar menyenangkan dan membuat badan bergoyang, lagu ini pun dijadikan lagu pengiring dalam senam aerobik yang dikenal sebagai senam Maumere.

12.  Lukis Topeng 

Salah satu kesenian tradisional asli Indonesia adalah Wayang. Di sini pengunjung dapat  menemukan  berbagai  macam  variasi wajah-wajah wayang dalam bentuk topeng. 

13.  Enggrang

Enggrang adalah permainan tradisional yang menggunakan bambu dengan  ukuran  tertentu  sebagai  alat  mengadu  kecepatan  dengan menempuh jarak yang telah ditentukan. Permainan ini sudah cukup dikenal  oleh  hampir  seluruh  masyarakat  Indonesia dan sering dilombakan  pada  acara  peringatan  kemerdekaan Republik Indonesia pada bulan Agustus.

14.  Wayang Daun Singkong 

Kalau di Jepang terkenal dengan kerajinan Origami, di Jawa Barat juga tidak kalah seru karena punya kerajinan asli tradisional yaitu Kerajinan Wayang Daun Singkong. Cara membuatnya sangat mudah. Dengan bahan daun dan tangkai daun singkong jadilah bentuk wayang yang sederhana.

15. Rumah Adat Jawa Barat

Rumah Jolopong atau imah Jolopong merupakan bentuk yang paling sederhana dan banyak dijumpai di daerah-daerah cagar budaya Sunda atau di desa-desa di Jawa Barat. Rumah ini menggambarkan masyarakatnya yang sederhana, sangat ramah, sopan, dan optimis. Desain Booth khusus ini dapat memberikan kesan dan aura yang nyaman bagi semua pengunjung seperti masyarakatnya.

Tag : Festival Indonesia di Tokyo
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top