LAPORAN DARI JEPANG (4) : Keceriaan Festival Indonesia di Tengah Ancaman Badai Topan

Wanita remaja bule juga sempat merasakan goyangan Tarian Sisingaan. Senyumnya lebar tampak gembira. Penonton pun ikut tertawa, dan beberapa kali tepuk tangan riuh terdengar. Penari sekaligus mengusung tandu singa yang semuanya laki-laki itupun tampak puas meski mulai lemas.
Fatkhul Maskur | 28 Juli 2018 20:00 WIB
Seorang anak tersenyum gembira saat ikut dalam Tarian Sisingaan di Festival Indonesia di Hibiya Park, Tokyo, Sabtu (28/7/2018). - Bisnis.com/Fatkhul Maskur

Hubungan diplomatik Indonesia-Jepang telah berlangsung selama 6 dasawarsa. Tahun ini, persahabatan kedua negara diperingati dengan berbagai kegiatan, termasuk Festival Indonesia yang akan digelar di Hibiya Park, Tokyo, 28—29 Juli 2018. Dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan Indonesia–Jepang, saya dan beberapa jurnalis dari Indonesia berkunjung ke Tokyo atas undangan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia—pabrikan mobil yang 95% sahamnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation (TMC).

Berikut Laporannya:

Pembukaan secara resmi Festival Indonesia dijadwalkan mundur sehari menjadi besok Minggu (28/7/2018), lantaran hari ini Tokyo diprakirakan dilanda Badai Topan. Namun, anjungan dan stan peserta pameran tampak sudah berdiri, terisi beragam produk meski belum sepenuhnya.

Sejak dinihari tadi, Tokyo memang dilanda gerimis dan sesekali air hujan turun deras dengan disertai angin kencang. Pagi ini, gerimis juga turun membasahi kawasan Hibiya Park, lokasi Festival Indonesia. Gerimis tak menyurutkan para pengunjung datang ke acara ini. Bahkan di tengah ancaman datangnya Badai Topan.

President Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono tampak di tengah arena, menginspeksi langsung kesiapan tim Toyota. Mengusung tema Heritage–An Inside Look at Our Journey, Toyota yang menghadirkan anjungan Rumah Adat Karawang, dan akan menampilkan sejumlah kesenian dan budaya Indonesia.

Rachmat Gobel, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Negara Jepang, tampaknya juga hadir di arena ini. Bukti kehadiran President Commissioner PT Panasonic Gobel Energy Indonesia ini tercatat dalam buku tamu di salah satu stan. “Iya tadi pagi Beliau ke sini,” kata petugas stan Sulawesi Utara.

Ada lebih dari 150 stan di arena ini. Hampir seluruh stan telah menampilkan berbagai produk display mereka lengkap dengan petugasnya. Bahkan, sejumlah tim kesenian telah mencoba tampil menghibur para pengunjung, meski terkesan tidak resmi. Setidaknya,  untuk pemanasan  sebelum tampil maksimal.

Salah satunya adalah grup Tarian Sisingaan dan Pencak Silat yang dibawa oleh Toyota. Tarian Sisingaan melibatkan 4 orang pengusung patung Singa yang ditunggangi oleh sosok pangeran atau tuan putri. Diiringi musik yang dinamis, keempat lincah menari-nari.

Aksi pecak silat dua remaja yang menyelingi tarian Sisingaan juga menambah daya tarik. Aksi tarung dan kelincahan gerak tangan dan hingga salto di udara. Ini adalah pencak silat dari Karawang, Jawa Barat.

Menarik juga ketika Tarian Sisingaan memberi kesempatan kepada penonton untuk menjadi sang pangeran atau tuan putrinya. Mata sang pawang seperti mencari-cari calon penunggang singa di antara kumpulan pengunjung.

Tepuk tangan langsung terdengar riuh, ketika seorang warga Jepang yang sudah berumur tua secara spontan dipilih menjadi penunggang. Dia tampak tersipu saat di bawa lari dan bergoyang sekitar 3 menit. Setelah turun dari panggung, dia pun tersenyum lebar, dan beberapa kali membukukkan badan sambil berkata, “Arigato….arigato…

Wanita remaja bule juga sempat merasakan goyangan Tarian Sisingaan. Senyumnya lebar tampak gembira. Penonton pun ikut tertawa, dan beberapa kali tepuk tangan riuh terdengar. Penari sekaligus pengusung tandu singa yang semuanya laki-laki itupun tampak puas meski terlihat mulai lemas.

Namun, sang pawang seakan tak peduli. Matanya tertuju pada sekumpulan penonton. Dia mendekat dan mengambil anak usia balita yang tengah diganden ibunya. Wajahnya polos tak menolak mendapatkan giliran naik di punggung singa.

Anak perempuan balita itu menikmati tarian di atas tandu tanpa ekspresi. Tenang tanpa rasa takut di bawa bergoyang dan berlari dengan tandu singa. Baru, setelah kembali ke pelukan ibunya, senyum keduanya merekah. Dengan wajah berseri, sang ibu berkata pada para penari Sisingaan, “Arigato…arigato..

Di arena ini, wajah penuh keceriaan tak hanya miliki para penunggang singa, tetapi juga para penonton yang tertawa gembira. Padahal, badan meteorologi dan geofisika telah mengumumkan bahwa Kota Tokyo hari ini diprakirakan akan dilanda Badai Topan.

Untungnya, pagi hingga siang itu hanya sedikit gerimis di Hibiya Park, selebihnya cerah dan ceria. (*)

Tag : hubungan bilateral, Festival Indonesia di Tokyo
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top