Cuaca Buruk, Pelaku Wisata Tirta Selektif Jual Paket Wisata

Pelaku wisata tirta di kawasan Tanjung Benoa memilih selektif dan berhati-hati menjual paket wisata air disebabkan cuaca buruk di selatan Bali.
Feri Kristianto | 20 Juli 2018 12:30 WIB
Wahana Parasailing di Tanjung Benoa, Bali-JIBI - Tim Jelajah Jawa Bali

Bisnis.com, DENPASAR - Pelaku wisata tirta di kawasan Tanjung Benoa memilih selektif dan berhati-hati menjual paket wisata air disebabkan cuaca buruk di selatan Bali.

Pemilik Apollo Dive & Watersport Made Tromat mengatakan khusus untuk wisata penyelaman untuk sementara hanya dilayani pada waktu tertentu. Dia menegaskan bahwa pelaku wisata selalu memperhatikan rekomendasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Untuk penyelemanan, kami hanya layani sekitar pagi hari, kalau di atas jam 1 siang om bak sudah besar maka tidak dilayani jika ada permintaan,” jelasnya, Jumat (20/7/2018).

Adapun untuk jenis permainan lain seperti parasailing hingga banana boat tetap dilayani normal. Tromat mengatakan tingkat kunjungan ke wisata tirta di sepanjang Tanjung Benoa dinilai normal tidak ada pengaruh.

Hanya, dijelaskan olehnya, pengelola lebih berhati-hati dalam membaca kondisi cuaca agar tidak menyebabkan kejadian buruk bagi wisatawan. Dia menuturkan pelaku sudah mendapatkan informasi mengenai potensi ancaman angin kencang dan ombak tinggi.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, tinggi gelombang di perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa berpotensi setinggi 2,5 meter-4 meter pada periode 19-21 Juli. BMKG sudah mengimbau kepada nelayan dan kapal-kapal kecil mewaspadai kondisi ini.

KSOP Padangbai bahkan sudah melarang kapal cepat atau fastboat tujuan Gili, Lombok untuk melayani penyeberangan. Hingga saat ini penumpang tujuan Lombok hanya dilayani menggunakan kapal feri.

Tag : bali
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top