Accomindo dan Smailing DC Ikut Genjot Pariwisata 10 Bali Baru

Agen komunikasi, Accommindo akan bekerja sama dengan Smailing DMC dalam pengembangan konten perjalanan untuk tujuan wisata baru yang diprioritaskan di Indonesia yang dikenal sebagai "10 Bali Baru."
Mia Chitra Dinisari | 08 Juli 2018 07:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Agen komunikasi, Accommindo akan bekerja sama dengan Smailing DMC dalam pengembangan konten perjalanan untuk tujuan wisata baru yang diprioritaskan di Indonesia yang dikenal sebagai "10 Bali Baru."

CEO dari Smailing DMC, Jason Lim mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menciptakan minat dalam tujuan ini. 

"Peran kami adalah untuk mengembangkan pemasaran konten dengan "pengalaman" sejati yang menginformasikan.  Kami memiliki 95 tenaga profesional asing dan lokal yang berbasis di Bali dan Yogyakarta yang dapat mendukung promosi 10 tujuan baru ini untuk memenuhi kebutuhan wisatawan in-bound global.” ujarnya dalam siaran persnya. 

Tom O’Brien, Direktur Utama Accommindo, setuju bahwa pengalaman lokal yang unik adalah apa yang didambakan turis pada saat ini.

Accommindo dan Smailing DMC akan bekerja sama dengan ide bahwa setiap tujuan memiliki cerita sendiri untuk diceritakan dan pendekatan terbaik untuk pemasaran perjalanan adalah untuk mempengaruhi wisatawan dengan peluang untuk menjelajah.

The Millennial Traveller Report, yang dirilis oleh World Youth Student and Educational (WYSE) Travel Confederation, mengatakan lebih dari 320 juta perjalanan ke luar negeri akan dilakukan oleh turis muda pada tahun 2020, meningkat 47 persen dari 2013.

Namun banyak turis modern tidak puas dengan hanya berada di sekitar pantai untuk menghabiskan seluruh liburan mereka. Mereka tidak ingin dianggap sebagai turis, dan mereka tidak tertarik dengan tempat wisata. Sebaliknya, mereka akan menginvestasikan sejumlah uang untuk pengalaman hebat: restoran yang keren, festival musik besar, perjalanan arung jeram atau jalur pendakian unik yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

“Generasi Millenial lebih suka melakukan lebih banyak upaya dalam menghemat uang di bagian lain dari kehidupan mereka dan menempatkannya menuju peluang perjalanan yang tepat yang mereka yakini akan memberikan pengalaman khusus. Dan cara yang ampuh untuk menjangkau masyarakat ini adalah dengan pemasaran konten." ujar Lim lagi. 

Accommindo baru-baru ini meluncurkan thenexten.com, sebuah blog yang menampilkan kabar-kabar teranyar tentang destinasi wisata baru di Nusantara dan mendorong pengembangan konten tujuan wisata oleh siapa saja yang berminat, entah itu seorang blogger, videografer atau bisa saja seorang reporter NY Times atau bahkan sebuah grup kru film.

“Ambillah industri film Thailand sebagai contoh bagaimana menjangkau masyarakat yang lebih luas.” Mr. O’Brien mengutip novel Alexa Garland pada 1997, The Beach, yang mengagungkan jejak backpacking. Difilmkan pada tahun 2000, 20th Century Fox membuat film yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, dimana pengambilan gambar dilakukan di kawasan Maya Bay, dekat Phuket yang memberikan lonjakan besar dalam kedatangan wisatawan ke surga backpacker Bangkok, Khao San Road, dan pulau-pulau selatan Thailand.

Destinasi wisata Indonesia yang ikonik bisa menjadi inspirasi cerita film yang bagus sekaligus sebagai lokasi produksi film yang menakjubkan. Hal ini disampaikan oleh produser film yang berbasis di Jakarta, Gary Hayes. Dirinya sempat membantu produksi film Eat Pray Love saat pengambilan gambar di Indonesia.

Setelah menjual jutaan eksemplar, buku karya Elizabeth Gilbert tahun 2006 mengilhami banyak wisatawan spiritual untuk mengunjungi Bali, terutama setelah peluncuran film ini pada tahun 2010. "Indonesia adalah negara 'film' sejati dengan latar belakang dramatis yang luar biasa, beragam budaya, sejarah dan monument-monumen megah."

10 tujuan pariwisata yang diprioritaskan, ditetapkan oleh Presiden Jokowi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Belitung (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), Mandalika Lombok (Nusa Tenggara Barat), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Tujuan wisata yang telah menarik minat akhir-akhir ini adalah Mandalika, sebuah proyek besar yang dipimpin oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). BUMN yang dikenal berhasil dalam mengembangkan dan mengoperasikan kompleks pariwisata terpadu, Nusa Dua di Bali selatan dan didirikan pada tahun 1973. ITDC digagas setelah sebuah studi lengkap dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia dan Bank Dunia untuk mengembangkan sebuah kompleks resor yang ramah lingkungan dan terintegrasi. Model sukses ini yang mereka harapkan untuk dapat direplikasi di Lombok Selatan dan di berbagai destinasi lain di Indonesia.

Sampai saat ini, dana sebesar US$300 juta  telah dianggarkan untuk pengembangan Mandalika seiring dengan penandatanganan perjanjian kerangka kerja pembangunan oleh Vinci Construction Grands Projets senilai lebih dari 900 juta dollar Amerika. ”Vinci Construction Grands Projets yang bermarkas di Perancis adalah anak perusahaan Vinci, pemain global dalam perancangan dan pembangunan struktur dan bangunan teknik sipil utama.

Tag : wisata
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top