5 Alasan Tamasya Bisa Hindari Stres

metro.co.uk memberikan 5 alasan penting mengapa travel dapat menyembuhkan stres yang sedang Anda hadapi;
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 21 Juni 2018 08:22 WIB
pesona wisata Raja Ampat. - .Indonesia Travel

Bisnis.com, JAKARTA--Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mental Health Foundation, tahun lalu tercatat 74% orang merasa tertekan atau kewalahan dan tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. 

Survei yang dilakukan YouGov kepada masyarakat di seluruh Inggris, juga menemukan fakta bahwa 32% orang Inggris--hampir sepertiga dari jumlah penduduk Inggris--mengalami perasaan atau pernah memikirkan untuk bunuh diri atau karena stres berlebihan. 

Stres dapat menimbulkan rasa cemas yang berlebihan, meskipun Anda berusaha untuk merasa baik-baik saja, tekanan yang Anda rasakan akan semakin besar jika tidak segera Anda hadapi.

Stres bisa berasal banyak hal, baik itu masalah pekerjaan, rumah tangga, atau bahkan hadir karena Anda tidak mencintai diri sendiri.

Menurut Karin Peeters, seorang pelatih dan psikoterapis di Vitalis Coaching sekaligus pendiri Inner Pilgrim, travel atau melakukan perjalanan bisa menjadi terapi terbaik bagi setiap orang yang membutuhkan waktu untuk menyegarkan pikiran.

“Kadang-kadang mundur adalah cara terbaik untuk bergerak maju. Mengambil jarak dari kehidupan kita dan rutinitas sehari-hari membawa perspektif baru. Untuk bepergian adalah berhenti sejenak, menekan tombol stop sejenak untuk memulihkan dan menyembuhkan," ungkap Karin Peeters seperti yang dikutip oleh metro.co.uk.

Oleh karena itu, metro.co.uk memberikan tips memilih kegiatan berwisata untuk mengatasi masalah stres; 

1.      Segera tentukan destinasi wisata dan langsung pesan tiket perjalanan 

Memilih destinasi perjalanan dan memesan tiket untuk pergi  akan memberikan sensasi kebahagiaan tersendiri. Perasaan tersebut akan sangat membantu dalam meredakan stres, karena berpikir sebentar lagi  akan menuju tempat yang menyenangkan.

2.      Belajar dari kegigihan masyarakat lokal

"Sangatlah bersyukur untuk melihat sendiri bagaimana orang-orang setempat [penduduk lokal] menghadapi kesulitan. Ini  mengilhami cara menghadapi tantangan  dengan rasa syukur. Merasakan kegembiraan dan kebahagiaan penduduk setempat dapat membawa rasa syukur dan menyederhanakan hidup Anda," ungkap Karin Peeters.

3.      Pilih destinasi wisata yang indah dan tenang

''Ketenangan di sekitar [tempat wisata] dan sedikit jarak dari rutinitas sehari-hari, kadang-kadang menjadi sesuatu yang kita butuhkan untuk menyembuhkan [diri], terinspirasi dan bergerak maju dalam hidup, '' Karin Peeters.

Melihat destinasi wisata yang masih natural dan tenang akan membangkitkan keyakinan diri bahawa semua yang dihadapi akan baik-baik saja.

4.      Menambah teman

Bepergian membuka peluang bertemu dengan banyak orang, dan memacu sikap ramah dan keluar dari perilaku tertutup yang biasa dijalani.

“Saat bepergian akan bertemu banyak "guru". Bertemu banyak orang selama perjalanan menjadi seperti keluarga kedua," kata Karin Peteers.

5.      Melupakan masalah, pergi ke tempat menyenangkkan

Bepergian adalah cara yang bagus untuk bersantai, melupakan, dan membiarkan semua masalah yang ada.

''Ketika bepergian,  akan menjadi lebih terbuka untuk menerima solusi, ide dan pilihan," tukas Karin Peeters.

 

 

Tag : travel
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top