10 Destinasi Wisata Eksotis Ini Terkoneksi Jaringan 4G LTE

Jaringan internet telah menjadi kebutuhan tersendiri saat berlibur, khususnya di kalangan milenial pengguna media sosial. Sayangnya, masih banyak destinasi wisata eksotis di Indonesia, yang umumnya berada di daerah terpencil, belum terjamah jaringan internet yang mumpuni.Namun demikian, diantara sekian banyak destinasi wisata eksotis yang ada di Tanah Air, ada 10 diantaranya yang telah terkoneksi layanan mobile data broadband 4G Long-Term Evolution (LTE).
Reni Lestari | 17 Juni 2018 12:19 WIB
Indonesia promosi wisata di Taiwan - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Jaringan internet telah menjadi kebutuhan tersendiri saat berlibur, khususnya bagi kalangan milenial pengguna media sosial. Sayangnya, masih banyak destinasi wisata eksotis di Indonesia, yang umumnya berada di daerah terpencil, belum terjamah jaringan internet yang mumpuni.

Namun demikian, di antara sekian banyak destinasi wisata eksotis yang ada di Tanah Air, ada 10 diantaranya yang telah terkoneksi layanan mobile data broadband 4G Long-Term Evolution (LTE).

Nah, bagi Anda yang belum sempat berwisata saat libur panjang Lebaran ini, saatnya mengepak ransel atau koper untuk berlibur tanpa mengkhawatirkan kehilangan jaringan internet. Berikut daftar destinasi wisata eksotis yang sudah terkoneksi 4G LTE.

1. Pulau Samosir, Sumatra Utara
2. Danau Laut Tawar Takengon, Aceh
3. Tiu Kelep Waterfall Lombok
4. Pantai Tanjung Kelayang Belitung
5. Situ Cileunca Pangalengan, Jawa Barat
6. Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan
7. Bukittinggi, Sumatera Barat
8. Gili Trawangan, Lombok
9. Pulau Karimun Jawa
10. Mandalika, Nusa Tenggara Barat

Adapun, penyedia layanan mobile data broadband 4G LTE di 10 kawasan wisata tersebut yakni Net 1 Indonesia. Larry Ridwan, Chief Executive Officer Net1 Indonesia mengatakan, eksistensi jaringan Net1 Indonesia di 10 destinasi wisata tersebut dengan penyediaan akses internet berbasis 4G LTE yang memadai dapat mempermudah pelancong untuk tetap berkomunikasi dengan sanak saudara atau keluarga serta tetap eksis di media sosial.

"Dengan adanya koneksi 4G LTE di lokasi-lokasi wisata juga menjadi salah satu komitmen kami untuk terus mendukung program-program pemerintah, dalam hal ini untuk menggenjot industri pariwisata di tanah air melalui Wonderful Indonesia," katanya belum lama ini.

Menurut Larry, ketersediaan internet juga akan mendorong perkembangan pariwisata di Indonesia lebih maju dan dikenal luas oleh publik. Dengan adanya koneksi data internet yang memadai dan memiliki jangkauan cukup jauh, Larry berharap para pemudik atau pelancong dapat mempopulerkan destinasi-destinasi wisata baru yang selama ini jarang terekspos.

“Pelancong, terutama generasi milenial, selalu tak bisa lepas dari smartphone dan koneksi data 4G saat mudik ataupun berlibur, mereka biasanya membagikan foto-foto makanan atau lokasi wisata yang menarik melalui media sosial. Tren ini secara tidak langsung menuntut Net1 untuk bisa memperluas jangkauannya di destinasi-destinasi wisata di tanah air,” tambahnya.

Net1 juga telah melakukan kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mendukung program pariwisata terutama dalam hal penyediaan akses data broadband 4G LTE. Sejauh ini Kabupaten Musi Banyuasin (MuBa), Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten kepulauan Sangihe, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Kaimana. Sejumlah daerah tersebut telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk bersama-sama dengan Net1 Indonesia membangun infrastruktur komunikasi berbasis 4G LTE, termasuk di destinasi-destinasi wisata.

Karakteristik frekuensi rendah 450 MHz yang dapat melalukan cakupan lebih jauh dibanding band yang lebih tinggi, memberi keuntungan bagi Net1 dan Pemerintah Daerah dalam hal investasi ketika membangun infrastruktur telekomunikasi berupa Base Transceiver Station (BTS). Satu BTS Net1 Indonesia memiliki jangkauan maksimal hingga 100 kilometer. Keuntungan lain dari teknologi 4G LTE 450 MHz adalah potensinya untuk mendukung peluncuran layanan komunikasi machine-to-machine (M2M) di lingkungan pedesaan, seperti pengawasan video, telemetri, dan pelacakan.

Tag : pariwisata, destinasi wisata
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top