Libur Lebaran: Berlibur Sambil Belajar di Dua Museum Pahlawan Revolusi di Menteng

Jika Anda berencana menghabiskan waktu Lebaran di Jakarta, tidak ada salahnya berkunjung ke dua museum Pahlawan Revolusi ini.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 13 Juni 2018 12:36 WIB
Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution yang terletak di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. - Bisnis/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA -- Anda sudah pasti pasti pernah mendengar peristiwa Gerakan 30 September atau G30S 1965.

Sebuah gerakan yang menewaskan tujuh perwira tinggi militer Indonesia yang awalnya diculik dan dibawa ke Lubang Buaya oleh pasukan Cakrabirawa.

Di antara tujuh perwira tinggi yang menjadi target adalah Letjen TNI Ahmad Yani yang saat itu menjabat sebagai Menteri atau Panglima Angkatan Darat atau Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi dan Jenderal TNI Abdul Harris Nasution.

Peristiwa itu akan terjadi tepat 53 tahun lalu pada 1 Oktober 2018. Tetapi tahukah Anda, baik rumah Jenderal Ahmad Harris Nasution maupun kediaman Jenderal Anumerta Ahmad Yani yang berjarak hanya sekitar 2 kilometer (km) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat kini dijadikan museum?

Jika Anda belum tahu dan berencana menghabiskan waktu Lebaran di Jakarta, tidak ada salahnya berkunjung ke dua museum Pahlawan Revolusi ini.

Pertama, Anda bisa lebih dulu singgah ke Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi A. Yani terletak di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini buka pukul 08.00 WIB-16.00 WIB.

Posisinya tidak jauh dari stasiun kereta Sudirman. Jika Anda menggunakan jasa Go-Jek dari stasiun tersebut, ongkosnya berkisar Rp7.000.

Tampilan dalam museum yang diresmikan pada 1 Oktober 1966 tersebut tidak banyak berubah dari bentuk aslinya sebelum ditinggalkan keluarga Jenderal Ahmad Yani.

Di dalam museum ini Anda akan melihat kesan modern yang ditampilkan dari bentuk bar kecil yang ada di sebelah kiri pintu, yang menjadi saksi bisu tertembaknya sang jenderal.

Selain itu, Anda akan melihat suasana kamar Ahmad Yani dan dua kamar lain yang diperuntukkan sebagai kamar tidur anak-anaknya.

Di dalam rumah juga banyak dipajang lukisan seni yang memang dipilih langsung oleh sang pemilik semasa hidupnya. Tidak seperti rumah zaman dulu yang terkesan kaku, rumah tersebut terkesan modern dan sederhana.

Setelah itu, Anda bisa beralih ke Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution yang terletak di Jalan Teuku Umar, yang juga berlokasi di kawasan Menteng.

Ada perbedaan yang khas di dalam rumah ini dengan rumah Ahmad Yani. Jika rumah tinggal Ahmad Yani terkesan lebih modern, maka rumah A.H. Nasution memberikan kesan mewah yang sangat Indonesia. 

Dalam peristiwa 30 September 1965, putri kedua A.H Nasution, Ade Irma Suryani Nasution, dan ajudannya, Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean, gugur. Anda dapat melihat diorama kisah tersebut dari patung-patung yang terpajang di dalam museum.

Museum ini diresmikan pada 3 Desember 2008, bertepatan dengan hari kelahiran A.H. Nasution oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Museum seluas 2.000 meter persegi tersebut merupakan prasasti hidup A.H. Nasution dan keluarga hingga dia meninggal pada 5 September 2000.

Anda dapat mengunjungi museum ini pada pukul 08.00 WIB-16.00 WIB. Anda hanya perlu mengisi buku tamu dan membayar biaya perawatan museum seikhlasnya.

Tag : museum
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top