KULINER SYDNEY: Poernomo Bersaudara & Bisnis Dessert di Negeri Kanguru

KULINER SYDNEY: Poernomo Bersaudara & Bisnis Dessert di Negeri Kanguru
Maria Yuliana Benyamin | 13 Juni 2018 04:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Masih ingat Chef Arnold, juri MasterChef Indonesia musim ke-3?

Nama Chef Arnold mulai dikenal di Tanah Air setelah muncul menjadi bintang tamu dalam MasterChef Indonesia musim ke-2.

Popularitasnya pun kian melambung setelah pemilik nama lengkap Arnold Poernomo ini didapuk menjadi juri MasterChef Indonesia musim ke-3 pada 2013 menggantikan Chef Juna.

Arnold sebetulnya bukan satu-satunya dari keluarga Poernomo yang terjun ke dunia kuliner.

Sang adik, Reynold Poernomo, juga terjun di dunia yang sama, dan bahkan memiliki nama besar di Negeri Kanguru setelah ikut dalam ajang MasterChef Australia musim ke-7 pada 2015.

Reynold memang tak menang dalam ajang bergengsi tersebut. Langkahnya terhenti di empat besar. Kendati demikian, penampilannya di setiap putaran berhasil menyita perhatian masyarakat setempat dan internasional. Bahkan, pemuda asal Surabaya ini mendapat julukan The King of Dessert.

Selain Arnold dan Reynold, ada lagi nama Ronald Poernomo. Anak sulung keluarga Poernomo tersebut memang bukan jebolan ajang bergengsi MasterChef baik di Indonesia maupun di Australia. Akan tetapi, Ronald pun tak asing dengan dunia kuliner.

Di Sydney, New South Wales, nama ‘Poernomo Bersaudara’ cukup dikenal. Pasalnya, tiga bersaudara ini juga mendirikan bisnis kuliner, KOI Dessert Bar yang berlokasi di Kensington Street, Chippendale NSW 2008.

Popularitas KOI Dessert Bar cukup melambung di seantero Sydney. Sesuai namanya, kafe ini khusus menyajikan aneka dessert dengan beragam rasa yang fantastis di lidah. Namun, kafe ini juga menyediakan aneka makan malam.

KOI Dessert Bar memiliki dua lantai. Lantai 1 memang difokuskan untuk dessert and coffee area. Demikian juga lantai 2. Namun, di atas jam 6 sore, lantai 2 dikhususkan untuk melayani makan malam saja.

Baru-baru ini, Bisnis bersama dua wartawan lainnya dari Indonesia berkesempatan mengunjungi kafe tersebut dalam rangkaian acara media familiarization trip to Sydney, atas undangan dari Singapore Airlines dan Destination New South Wales (DNSW).

Destination NSW adalah lembaga Pemerintah NSW yang salah satu tugasnya adalah mempromosikan sektor pariwisata NSW. Adapun, Singapore Airlines adalah maskapai asal Negeri Singa yang menerbangi sejumlah destinasi, termasuk Sydney.

Awalnya, kami hanya ditemui oleh Ronald pada siang itu, Sabtu (2/6/2018). Namun, tak lama berselang muncul Reynold yang membawa dessert spesial khusus untuk kami. Kala itu, Arnold sedang berada di Indonesia.

Ronald pun bercerita tentang asal mula dimulainya bisnis ini sembari kami mencicipi sejumlah dessert khas KOI.

Warisan Keluarga

Dunia kuliner, menurut Ronald, memang bukan barang baru bagi keluarga Poernomo. Ketiganya sudah sangat akrab dan bahkan tumbuh bersama dunia kuliner.

Bisnis restoran ini awalnya digeluti oleh sang oma yang memiliki restoran di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, lalu menurun ke orang tua mereka.

Pada 1998, keluarga Pernomo hijrah ke Sydney. Di Sydney, orang tua mereka menjalankan beberapa restoran.

“Jadi, as a kid, kami sudah terbiasa dengan restoran, bermain dan berlari-larian di dapur, dan tahu cara kerja restoran seperti apa,” kenang Ronald.

Kendati demikian, menurut Ronald, kedua orang tuanya tidak menginginkan anak-anaknya terjun ke bisnis restoran. Salah satu alasannya, jam kerja di restoran terbilang cukup panjang, sehingga waktu untuk bertemu dengan keluarga pun menjadi lebih singkat saking sibuknya.

Namun, karena sudah mendarah daging, ketiganya pun tak bisa jauh-jauh dari dunia bisnis restoran.

Ronald, misalnya. Dia sebetulnya mengambil studi hospitality bidang manajemen. Lulus kuliah, Ronald sempat bekerja di kafe untuk beberapa waktu. Bosan bekerja di kafe,

Ronald pun akhirnya kerja kantoran menjadi project manager bagian digital di sebuah agency selama 5 tahun.

Kendati telah bekerja kantoran, Ronald tetap memilih bekerja di restoran pada Sabtu dan Minggu. “Jadi, sudah mendarah daginglah jiwa restoran dan hospitality-nya. Maka dari itu, balik lagi ke bisnis restoran.”

Tak lama berselang, ketiganya pun memutuskan untuk membuka KOI Dessert Bar. Ini merupakan usaha patungan pertama dari kakak beradik Poernomo tersebut.

Namun, sesungguhnya perjalanan KOI dimulai jauh sebelum nama Reynold dikenal sebagai jebolan MasterChef Australia. KOI sebetulnya berawal dari usaha sang ibu, Ike Malada, di garasi kecilnya pada 2012. Nama KOI sendiri merupakan akronim dari “Kids of Ike”. Usaha ini pun dirintis secara serius oleh ketiga bersaudara tersebut pada 2015.

Pertama kali bekerja dalam satu tim, Ronald mengakui ada banyak sekali tantangan yang dihadapi. “Ini pertama kali kami tiga bersaudara kerja bareng-bareng. Pertama kali kerja bareng tuh susah banget. Sering banget berantem, beda pendapat. Apalagi laki-laki semua. Masing-masing punya pikiran, saya lebih jago, saya lebih pintar dari yang lain,” cerita Ronald.

Bahkan, pernah terjadi mereka berselisih pendapat hingga Arnold pun akhirnya ngambek dan tiba-tiba memilih pulang. Praktis, hal itu membuat Ronald dan Reynold bingung. “Arnold pulang trus siapa yang masak di dapur,” kenang Ronald sembari tertawa.

Diakui Ronald, ketiganya memang memiliki peran masing-masing di KOI. Reynold dan Arnold lebih banyak turun tangan untuk urusan di dapur sedangkan Ronald lebih berperan dalam urusan pengembangan bisnis. Namun, dengan pengalaman yang dimiliki, Ronald pun kerap turun tangan untuk urusan dapur.

Kini, buah kerja keras mereka kini membawa hasil. Hanya dalam tempo 2,5 tahun, nama KOI telah akrab dipencinta kuliner, tidak hanya di Sydney tetapi juga dari luar negeri.
Tak heran, kafe ini selalu padat pengunjung yang ingin menjajal cita rasa dessert kreasi KOI yang aduhai lezatnya.

Tag : kuliner
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top