90 Restoran Diaspora Bakal Digaet Jadi Duta Wisata

Usia restoran tersebut lebih dari 3 tahun dan tersebar di negara-negara yang menjadi fokus turis Indonesia seperti Australia, Jepang, Korsel, Prancis, Inggris, Belanda dan Rusia.
Feri Kristianto | 11 Juni 2018 17:26 WIB
Presiden Indonesia Diaspora Gobal Summit Ebed Litaay (dari kiri), Penanggung Jawab Edward Wanandi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dan Ketua Panitia Penyelenggara Herry Utomo membuka acara Indonesia Diaspora Global Summit 2017, di Jakarta, Senin (21/8). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, DENPASAR—Kementerian Pariwisata memastikan akan merampungkan penandatangan kerja sama dengan 90 restoran diaspora di seluruh dunia pada Agustus 2018 mendatang.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Rovita Datau Messakh mengatakan tambahan kerja sama tersebut menjadikan total restoran diaspora yang digandeng Kemenpar sebanyak 100 unit. Saat ini Kemenpar sudah menggandeng 10 restoran diaspora di sejumlah negara.

“Kami masih mengkurasi 90 restoran dan sudah dapat karena shortlist itu ada 250 restoran di seluruh dunia,” jelasnya di Denpasar, Selasa (12/6/2018).

Menurutnya, 90 restoran diaspora yang dikurasi sudah mapan serta memiliki pasar pembeli mancanegara. Dia mengatakan usia restoran tersebut lebih dari 3 tahun dan tersebar di negara-negara yang menjadi fokus turis Indonesia seperti Australia, Jepang, Korsel, Prancis, Inggris, Belanda dan Rusia.

Restoran tersebut akan turut berpartisipasi dalam aktivasi promosi destinasi wisata di Indonesia. Vita menjelaskan Pemerintah Indonesia akan menyiapkan materi promosi dan berperan sebagai duta bagi pariwisata Indonesia.

“Jadi kalau pemerintah promosikan restoran dan benefit buat mereka tapi mereka harus promosikan materi yang telah siapkan. Tujuannya jadikan mereka ambassador kuliner,” jelasnya.

Vita mengakui dalam hal promosi kuliner, Indonesia kalah jauh tertinggal dibandingkan dengan Thailand. Namun, hal tersebut bisa dimaklumi karena Thailand sudah menyiapkan sejak akhir 1990.

 

Tag : wisata
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top