Nusa Dua Light Festival 2018 Digelar 35 Hari

The Nusa Dua akan menggelar Nusa Dua Light Festival 2018 untuk menggenjot okupansi kamar hotel dan lama tinggal wisatawan di kawasan pariwisata terpadu yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tersebut.
Ema Sukarelawanto | 07 Juni 2018 10:05 WIB
Nusa Dua Light Festival - Istimewa

Bisnis.com, NUSA DUA - The Nusa Dua akan menggelar Nusa Dua Light Festival 2018 untuk menggenjot okupansi kamar hotel dan lama tinggal wisatawan di kawasan pariwisata terpadu yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tersebut.

Managing Director The Nusa Dua ITDC I Wayan Karioka mengatakan festival lampion terbesar dan satu-satunya di Bali ini akan berlangsung 35 hari, 11 Juni-15 Juli 2018 betempat di Pulau Peninsula The Nusa Dua.

“Kami berharap dengan atraksi ini, tingkat hunian kamar hotel di Nusa Dua yang saat ini sekitar 73% bisa naik menjadi 75-80%,” katanya, Rabu (6/6/2018) petang.

Selain itu, Karioka berharap lama tinggal ('length of stay') wisatawan menjadi lebih panjang yakni dari rata-rata saat ini 3,2 hari menjadi 3,5 hari.

Festival ketiga kalinya ini merupakan salah satu upaya pemulihan kembali kunjungan wisatawan mancanegara yang sempat anjlok akhir 2017 karena erupsi Gunung Agung.

Nuasa Dua Light Festival kali ini mengangkat tema ‘Underwater Light’ dengan tagline ‘Water, Fire, & Dance’. ITDC bersama vemdor PT Taman pelangi akan menampilkan rangkaian lampion bernuansa alam bawah laut dan wahana ‘Spectakuler Dancing Fountain’.

“Kami berharap setiap hari mampu emnyedot 3.000 pengunjung,” kata Karioka.

Agung Riadi, perwakilan dari PT Taman Pelangi mengatakan selain ribuan lampion, atraksi utama ‘Spectacular Dancing Fountain’ menyajikan atraksi air mancur menari berdimensi 20 x 20 meter yang diiringi lagu dan menampilkan gambar-ganbar yang ditembakkan dengan proyektor ke dinding air.

Kata dia dibandingkan dengan ‘dancing fountain’ umumnya, atraksi di Nusa Dua nanti bakal memadukan tarian api di tengah-tengah tarian air mancur.

"Festival ini akan menambah variasi atraksi wisata di Bali yang sangat cocok bagi keluarga untuk mengisi libur Lebaran dan libur sekolah,” katanya.

Festival ini menyuguhkan pula rekreasi ‘outdoor’ yang menghadirkan food, fun, dan festival. Panggungg utama akan diisi penampilan artis lokal dan band anak-anak muda Bali.

Untuk melestarikan budaya, hiburan musik akan diselingi oleh penampilan kebudayaan dari desa-desa penyangga sekitar The Nusa Dua.

Dalam beberapa tahun terakhir, festival lampion telah populer di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain Festival of Light di Yogyakarta (Kaliurang dan Monjali). Bogor, Semarang, Jakarta, dan Surabaya.

Tag : pariwisata
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top