Wisatawan Tak Terpengaruh Erupsi Gunung Merapi

Erupsi Gunung Merapi yang kerap terjadi belakangan ini nampaknya tidak terlalu berdampak dengan kunjungan wisatawan di Jateng. Pasalnya, sejak meletus freatik Jumat (18/5/2018) jumlah wisatawan masih saja stabil.
Alif Nazzala Rizqi | 24 Mei 2018 15:43 WIB
Borobudur - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Erupsi Gunung Merapi yang kerap terjadi belakangan ini nampaknya tidak terlalu berdampak dengan kunjungan wisatawan di Jateng. Pasalnya, sejak meletus freatik Jumat (18/5/2018) jumlah wisatawan masih saja stabil.

Adapun, dalam beberapa hari terakhir letusan freatik Gunung Merapi selalu mengakibatkan terjadinya hujan abu vulkanik. Angin dan letusan membawa debu material ke arah barat dan sekitarnya, sehingga membuat beberapa daerah di Jateng, seperti Kabupaten Magelang dan Boyolali terkena abu dari Gunung Merapi.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng Urip Sihabudin menuturkan fenomena hujan abu vulkanik ini tak lantas membuat pariwisata di wilayahnya terimbas secara signifikan. Sebab, abu vulkanik yang beterbangan di langit Magelang maupun Boyolali tidaklah banyak.

"Karena kita lihat jumlah turis masih sama. Dalam artian memang tidak tinggi seperti biasanya karena ini juga lagi musim bulan puasa," ujarnya Kamis (24/5/2018).

Urip menyebut perbedaan jumlah kunjungan baru akan terlihat saat memasuki musim puncak pada libur lebaran nanti. Itu pun kalau masih terjadi erupsi yang menyebabkan hujan abu vulkanik.

Selain itu, lanjut Urip bahwa turis mancanegara masih sering terlihat berkunjung ke obyek wisata di Jateng selama serangkaian erupsi ini. Utamanya bangunan cagar budaya Candi Borobudur.

"Jumlah kunjungan ke Candi Borobudur masih normal seperti biasa meskipun adanya sedikit abu vulkanik dari Gunung Merapi. Wisatawan lokal maupun mancanegara tidak terpengaruh adanya abu dari Gunung Merapi," tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan perayaan hari raya umat Budha, Waisak yang diselenggarakan di Candi Borobudur dan kerap kali menarik minat wisatawan secara masif, Urip mengaku optimistis.

Meski mengaku detail pelaksanaan bukan pada pihaknya, dia yakin acara dapat berlangsung sebagaimana mestinya.

"Kami sudah terlibat sejak pengambilan Api Mrapen. Acara itu setahu saya tetap dilaksanakan dan tidak ada kendala," katanya.

Tag : gunung merapi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top