Tengok Kiat 3 Negara Ini Garap Kuliner Halal untuk Tarik Turis Muslim

Menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018, yang dirilis oleh lembaga riset wisata muslim dunia Crescent Rating, tahun ini Indonesia menduduki peringkat kedua dalam hal wisata halal dunia.
JIBI | 17 Mei 2018 09:45 WIB
Ilustrasi kuliner halal Thailand. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018, yang dirilis oleh lembaga riset wisata muslim dunia Crescent Rating, tahun ini Indonesia menduduki peringkat kedua dalam hal wisata halal dunia. 

Namun, Indonesia menghadapi persaingan dari negara-negara yang mayoritas penduduknya non Muslim. Negara-negara ini menggunakan wisata kuliner halal sebagai strategi menarik turis Muslim. 

Berikut kiat yang mereka gunakan dalam mengembangkan kuliner halalnya:

1. Singapura

Sekitar 15% penduduk Singapura adalah Muslim. Meskipun minoritas, wisatawan Muslim bisa menemukan makanan halal dengan mudah, misalnya di Kampong Glam yang terkenal karena masjidnya.  

Salah satu tempat makan ramah Muslim di kawasan ini adalah Krave, sebuah kafe yang menyajikan hidangan ala Timur dan paduan Barat. Menunya mencakup pasta ayam arrabiata yang dilengkapi rempah-rempah dan “Kraving Ayam Bakar” atau ayam panggang andalan mereka.

Seperti yang dilansir oleh visitsingapore.com, tempat yang tak kalah terkenal adalah Restoran Hjh Maimunah di Jalan Pisang. Restoran ini bahkan pernah diulas oleh Anthony Bourdain dalam program televisinya. Menu andalan restoran ini adalah nasi padang.

Adapula Tambuah Mas yang menyajikan makanan khas Indonesia, seperti sate.

2. Thailand

Terkenal dengan wisata kuliner yang beragam, termasuk makanan ekstrim seperti sate kalajengking, Thailand menunjukan peningkatan dalam hal memproduksi makanan bersertfikat halal. Setidaknya dalam 15 tahun terakhir, kuliner halal di Thailand dimeriahkan oleh 160.000 produk.

Makanan-makanan halal dapat ditemui dengan mudah, mulai dari yang dijual pedagang kaki lima sampai restoran. Di Bangkok misalnya, A-isa Rot Dee yang berada di Jalan Khao San merupakan salah satu surga makanan halal. Di sana, wisatawan dapat menemukan makanan dengan gaya Timur Tengah.

Tidak hanya menawarkan wisata kuliner yang halal, pada Agustus 2016 Thailand juga membuka hotel halal pertama dengan harapan dapat mendongkrak jumlah turis Muslim.

Thailand adalah sebuah negara yang didominasi oleh penganut Buddha. Meski hanya 5% penduduknya yang Muslim, tapi negara ini serius mengelola kuliner halal untuk menarik perhatian turis Muslim di seluruh dunia.

3.Taiwan

Meskipun merupakan wilayah yang didominasi oleh pemeluk agama Buddha, Taiwan telah menarik lebih dari 30.000 turis Muslim untuk berkunjung tiap tahunnya.

Taiwan memang sedang mengembangkan wisata halal. Mereka melakukan tindakan pengaturan dan pemantauan makanan, masjid untuk beribadah, serta informasi dan jadwal kegiatan keagamaan. Langkah ini diambil sebagai upaya Taiwan untuk lebih terbuka lagi bagi wisawatan Muslim.

Dilansir dari tourism-review.com, Taiwan menyiapkan lebih dari 100 masjid dan restoran bersertifikat halal yang diatur oleh Asosiasi Pengembangan Integritas Taiwan dan dinilai oleh Sistem Crescent Rating.

Sumber : Tempo

Tag : WISATA HALAL
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top