7 Tips Menangani Keracunan Makanan Saat Bepergian

Masalah makanan biasanya menjadi isu ketika sedang bepergian. Bukan hanya jadwal makan yang mungkin terganggu, tapi alergi terhadap makanan tertentu pun harus menjadi perhatian.
JIBI | 11 Mei 2018 15:03 WIB
Pedagang kaki lima melayani pelanggan di pasar malam di Nanning, China pada September 2017. - Bisnis/Annisa Margrit

Bisnis.com, JAKARTA -- Masalah makanan biasanya menjadi isu ketika sedang bepergian. Bukan hanya jadwal makan yang mungkin terganggu, tapi alergi terhadap makanan tertentu pun harus menjadi perhatian.

Keracunan makanan juga bisa menjadi masalah yang muncul ketika sedang traveling. Jika keracunan yang terjadi masih dalam skala ringan, maka bisa jadi tubuh hanya memerlukan istirahat sejenak. Namun, jika skalanya termasuk berat, bukan tidak mungkin Anda mesti mendapat perawatan serius di rumah sakit. 

Keracunan makanan adalah dampak dari mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi atau beracun. Gejala keracunan makanan yang paling umum adalah mual, muntah, kram perut, kehilangan nafsu makan, demam ringan, tubuh terasa lemah, sakit kepala, dan diare.

Berikut tips menangani penyakit keracunan makanan saat traveling yang dipetik dari Travel+Leisure, Mayo Clinic, dan Men’s Health.

Minum air yang banyak

Cairan dalam tubuh pasti berkurang setelah muntah-muntah, sehingga Anda perlu menggantinya kembali. Minumlah cairan yang tidak bersoda, minuman tawar, dan air mineral saat masih mual.

Jika hanya tersedia air keran, rebus dahulu agar terhindar dari bahaya bakteri. Jika perut masih belum kuat mengonsumsi cairan, cobalah mengisap bongkahan es kecil.

Cairan elektrolit dapat menjadi penyelamat

Air kelapa dan oralit sangat kaya kandungan elektrolit sehingga dapat menyeimbangkan elektrolit dalam tubuh. Kedua cairan tersebut sudah menjadi pilihan para pejalan saat sakit perut. Alternatif sederhana lainnya, Anda dapat membuat rebusan air dengan campuran 6 sendok makan gula dan 1 sendok makan garam.

Mengonsumsi makanan lunak

Sebaiknya Anda mengonsumsi makanan tawar, rendah kalori, dan mudah dicerna. Sup dan biskuit, yang mengandung garam, dapat menjadi pilihan.

Jauhi konsumsi potensial penyakit

Untuk sementara waktu, Anda mesti menghentikan konsumsi susu, kopi, teh berkafein, makanan pedas, dan makanan siap saji. Perut Anda akan berterima kasih atas usaha ini.

Siapkan obat

Jika yang Anda alami sudah dapat dipastikan diare, maka Anda sebaiknya mencari obat loperamide. Cari Imodium di apotik atau klinik farmasi terdekat.

Mengetahui kapan harus konsultasi dokter

Jika terjadi hal-hal yang lebih serius, Anda harus segera periksa ke dokter. Misalnya, jika tidak berhenti muntah-muntah, terdapat darah pada muntahan, menderita diare selama tiga hari, merasakan pegal yang tidak biasa, atau merasakan gejala dehidrasi--pusing dan mulut kering. Skenario paling parah adalah Anda perlu dirawat di rumah sakit untuk menangani dehidrasi.

Cegah kemungkinan sakit lagi

Daripada meminum air dari keran, lebih baik Anda membawa botol minum dan cairan pencuci tangan. Jauhi daging mentah atau belum matang, cuci sayur atau buah sebelum dikonsumsi, dan sebaiknya menyimpan makanan di wadah tertutup.

Sumber : Tempo

Tag : traveling, tips sehat
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top