Pemkot Makassar Perluas Kolaborasi dengan Swasta Dorong Pengembangan UMKM Kuliner

Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi bagi perusahaan swasta yang ingin bersinergi mendorong pengembangan pelaku UMKM bidang kuliner di kota tersebut.
Amri Nur Rahmat | 06 Mei 2018 14:13 WIB
Ilustrasi: Warga menikmati berbagai macam varian Pisang Ijo yang merupakan kuliner tradisional khas Sulsel dalam acara Traditional Food Vaganza di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. - Antara

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi bagi perusahaan swasta yang ingin bersinergi mendorong pengembangan pelaku UMKM bidang kuliner di kota tersebut.

Plt. Wali Kota Makassar Syamsu Rizal mengemukakan langkah tersebut dimaksudkan agar seluruh rangkaian pengembangan UMKM bidang kuliner bisa lebih terkonsolidasi sehingga mendorong percepatan ekosistem sektor tersebut.

Menurut dia, kolaborasi yang berjalan sejauh ini masih relatif terbatas dan hanya bersifat segmentif serta pelaksanaan yang masih dalam skala kecil.

"Kolaborasi yang lebih luas sangat dibutuhkan, kami membuka ruang untuk itu. Apalagi kuliner ini memiliki multiplier effect, bisa UMKM dan juga ke sektor pariwisata," tuturnya saat berbincang dengan Bisnis, Minggu (6/5/2018).

Pemerintah kota, lanjut dia, sebenarnya telah banyak menggelar program yang bernuansa kuliner lokal sebagai upaya menjadikan Makassar destinasi wisata kuliner di Tanah Air.

Langkah tersebut dimaksudkan pula untuk mendorong pelaku UMKM bidang kuliner sebagai subsektor industri kreatif bisa meningkatkan skala usaha.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan swasta yang memiliki keberkaitan dengan kuliner juga cukup banyak melakukan kegiatan yang berorientasi pada fasilitasi terhadap pelaku sektor tersebut.

Sehingga, kata Syamsu Rizal, ruang kolaborasi dengan pemerintah kota diharapkan menjadi instrumen strategis agar seluruh stakholder bisa bersama-sama memajukan industri kuliner di kota tersebut.

"Apalagi kuliner ini sangat kuat potensinya di Makassar, bersama dengan film dan fashion yang masuk dalam kategori industri kreatif. Kami membuka ruang bagi swasta untuk berkolaborasi, bersinergi," papar Syamsu Rizal.

Dia mencontohkan, kolaborasi itu nantinya bisa diimplementasikan melalui sebuah penyelenggaraan event skala besar dan bersifat berkalanjutan dengan melibatkan seluruh pelaku usaha bidang kuliner khas Makassar.

Hal tersebut dinilai bakal memberikan efek berganda bagi industri kreatif bidang kuliner serta sektor pariwisata sehingga menjadi katalis bagi perekonomian Makassar pada skala lebih luas.

Sementara itu, penyedia aplikasi layanan transportasi Go-Jek Indonesia memberikan fasilitasi bagi pelaku usaha bidang kuliner di Kota Makassar memanfaatkan lini layanan Go-Food sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha.

Anandita Danaatmadja, Strategic Regional Head Go-Jek Kalimantan & Sulawesi, mengemukakan pihaknya bahkan telah menggelar Go-Food Festival di Makassar dengan durasi selama setahun yang memberi ruang pelaku kuliner lokal melakukan penetrasi berbasis daring.

"Makassar merupakan salah satu kota dengan kuliner paling beragam di Tanah Air. Banyak pelaku usaha yang bergerak di bidang ini, tetapi terkadang sulit menemukan dan membentuk pasar karena kerap terkendala akses memasarkannya," kata dia.

Adapun untuk pelaksanaan Go-Food Festival sendiri, lanjut Anandita, diharapkan bisa merangsang pelaku usaha kuliner di Makassar terutama dengan skala UMKM untuk terintegrasi dalam layanan Go-Food milik perusahaan.

Sejauh ini, perusahaan mencatatkan telah mampu mengakuisi sebanyak 3.000 pelaku usaha kuliner menjadi mitra Go-Food, di mana 80% diantaranya merupakan pelaku UMKM.

Tag : makassar
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top