Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pegunungan Bintang Promosikan Kopi Koteka & Salju Puncak Mandala

Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua tengah memacu pengembangan sektor pariwisata daerah, seiring potensi tanaman kopi dan wisata alam pegunungan Puncak Mandala yang bersalju.
Siti Munawaroh
Siti Munawaroh - Bisnis.com 03 Mei 2018  |  23:18 WIB
Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka (keenam dari kiri), berbicang dengan sejumlah media dalam acara Diskusi Eksplor Wisata dan Kopi Pegunungan Bintang di Alenia Papua Cofffe & Kitchen di Jakarta pada Kamis (3/5/2018). - Istimewa
Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka (keenam dari kiri), berbicang dengan sejumlah media dalam acara Diskusi Eksplor Wisata dan Kopi Pegunungan Bintang di Alenia Papua Cofffe & Kitchen di Jakarta pada Kamis (3/5/2018). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua tengah memacu pengembangan sektor pariwisata daerah, seiring potensi tanaman kopi dan wisata alam pegunungan Puncak Mandala yang bersalju.

Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, mengatakan pihaknya saat ini giat mengembangkan sektor pariwisata, mengingat kekayaan dan keindahan alam yang dimiliki Pegunungan Bintang.

“Tak banyak yang tahu kalau kopi Pegunungan Bintang jenis Arabica telah dipasarkan dan ternyata peminatnya tinggi. Untuk itu, kami menginisiasi program tanam kopi sejak 2016, termasuk membantu memfasilitasi tempat penyimpanan kopi,” kata Bupati Costan, melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Kamis (3/5/2018).

Melalui program tanam kopi, lanjut Bupati Costan, masyarakat diharapkan dapat memaksimalkan produksi biji kopi kering dan kopi basah. Pemkab Pegunungan Bintang menjalankan program tanam kopi ini secara berkelanjutan, agar masyarakat dapat mandiri sehingga berdampak positif bagi ekonomi.

Produk kopi Arabica asal Pegunungan Bintang dengan brand Koteka tengah dipromosikan oleh Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. - Istimewa

“Tentunya masyarakat tidak bisa merasakan dampak yang instan dari program penanaman kopi.  Kopi yang ditanam petani secara tradisional tanpa menggunakan pupuk kimia, juga tanpa pestisida sehingga menghasilkan kopi kualitas terbaik,” ujar Costan.

Hingga kini, peminat kopi Arabica yang dihasilkan Pegunungan Bintang berasal dari sejumlah negara  seperti Australia, Selandia Baru, dan negara-negara di Eropa serta lainnya.

“Kami tengah fokus mengemas brand Kopi Koteka, yakni kopi khas Pegunungan Bintang dengan packaging Koteka,” tukasnya.

Pegunungan Bintang dengan ibukotanya berada di Oksibil, jelas Bupati Costan, juga menyimpan potensi wisata alam karena bentang alamnya didominasi pegunungan eksotis, seperti Puncak Mandala.

Potensi wisata Puncak Mandala yang memiliki ketinggian 4.760 meter di atas permukaan laut (mdpl), menurut Bupati Costan, belum banyak dieksplor.

“Ada salju yang menyelimuti pegunungan ini dan merupakan salah satu gunung tertinggi. Gunung ini menjadi destinasi wisata yang tengah fokus kami garap. Selama ini banyak ditaklukkan oleh traveller mancanegara,” paparnya.

Medan yang menantang yang dimiliki pegunungan di Oksibil menjadi salah satu faktor pemicu adrenalin para adventurer untuk menaklukkan Puncak Mandala.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top