Pemprov Babel Ajak Anggota REI Berinvestasi di Dua KEK Pariwisata Baru

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajak investor lokal yang tergabung dalam Realestat Indonesia atau REI menanamkan investasi pada dua Kawasan Ekonomi Khusus baru, di Bangka Belitung.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 13 April 2018 19:13 WIB
Tanjung Kelayang - indonesia.travel

Bisnis.com, PANGKALPINANG -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajak investor lokal yang tergabung dalam Realestat Indonesia atau REI menanamkan investasi pada dua Kawasan Ekonomi Khusus baru, di Bangka Belitung.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengaku sudah menyiapkan dan mengajukan dokumen dua Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK pariwisata baru di Bangka yakni KEK Pantai Tanjung Gunung dan KEK Pantai Timur Sungailiat.

Erzaldi mengaku telah melakukan pemaparan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Namun Dewan KEK Nasional meminta beberapa persyaratan yang kurang untuk dilengkapi. Pemprov Babel menargetkan kedua KEK tersebut dapat ditetapkan dalam tahun ini.

“Kedua KEK ini kami ajukan dan perjuangkan secara bersamaan. Tetapi bukan berarti keduanya saling bersaing, karena masing-masing KEK dimajukan dengan segmen dan style yang berbeda, tegas Erzaldi di Kantor Gubernur Pemprov Babel, Kamis malam (12/4/2018).

Dia berjanji memberikan banyak kemudahan kepada investor yang akan berinvestasi di KEK antara lain dengan kemudahan perizinan dan insentif menarik lainnya. Selain itu, infrastruktur kawasan juga akan disiapkan, sehingga investor tinggal datang dan mulai membangun.

"Bertepatan dengan puncak perayaan HUT REI ke-46 yang diadakan di Bangka Belitung, saya Gubernur Babel mengajak seluruh anggota REI masuk berinvestasi di sini. Tidak hanya membangun hotel dan resort, namun juga perumahan bagi karyawan yang bekerja di industri pariwisata," paparnya.

Dia mengatakan semua KEK yang akan dibuka di Babel memiliki spesifikasi yang berbeda. Dua KEK yang baru yaitu KEK Tanjung Gunung lebih untuk meetings, incentives, conferences, and events alias MICE. Sementara KEK Pantai Timur Sungailiat lebih pada wisata pantai, budaya dan seni, serta wisata religius.

Menurut Erzaldi, Pantai timur Sungailiat memiliki keunggulan karena tipikal pantai yang mirip Belitung yakni geopark dengan bebatuan granit. Kawasan tersebut juga menarik secara penelitian karena banyak hidup binatang dan tumbuhan dengan karakteristik berbeda dengan tempat lain di Bangka.

Dia yakin dua KEK di Pulau Bangka ini dapat disetujui dan sektor pariwisata di daerah tersebut akan semakin bergairah. Investor dan wisatawan akan memiliki lebih banyak pilihan. Saat ini ada tiga KEK di Bangka Belitung, termasuk KEK Tanjung Kalayang yang sudah beroperasi. Dia optimis KEK akan menciptakan banyak pilihan berwisata.

"Saya percaya kalau tujuan pariwisatanya banyak maka jangka waktu wisatawan tinggal menjadi semakin lama lagi karena mereka ingin mengeksplor lebih banyak destinasi di sini," ungkap Erzaldi.

Untuk mendorong cita-cita itu, Pemprov Babel meng-upgrade sumber daya manusia (SDM) pariwisata di daerah tersebut dengan mendorong berdirinya lebih banyak sekolah maupun perguruan tinggi pariwisata.

Pemprov juga meningkatkan kualitas dan wawasan pemandu (guide) wisata hingga memberikan pendidikan sikap perilaku kepada supir taksi atau pengemudi travel.

Erzaldi berkeyakinan untuk mewujudkan Bangka Beliung menjadi satu destinasi wisata kelas dunia banyak faktor yang harus dibina dan diatur supaya pelayanan kepada wisatawan optimal. Komitmen dan keseriusan Pemprov Babel menjadi garansi kepada investor khususnya pengembang penunjang pariwisata.

Dia mengakui, pemprov Babel saat ini memang lebih mengedepankan percepatan pengembangan sektor pariwisata, industri kreatif dan properti khususnya perumahan guna mendorong perekonomian masyarakat. Tentunya tanpa mengabaikan sektor pertambangan yang sudah lama berjalan dan memberi kontribusi bagi perekonomian masyarakat di provinsi tersebut.

"Sektor pertambangan khususnya timah di Babel kan sudah berjalan lama, sekarang tingga diawasi agar menjadi good mining, karena kalau tidak ditangani dengan tata kelola yang baik akan mencemari lingkungan dan berdampak ke pariwisata juga," kata Erzaldi.

Ada pun kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Babel saat ini mencapai 45%, sedangkan pariwisata masih kecil yakni 7%. Namun dengan memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan industri pariwisata, Erzaldi optimistis kontribusi sektor pariwisata dalam 10 tahun ke depan dapat menyamai sektor pertambangan. Bahkan di akhir tahun ini ditargetkan konstribusinya sudah meningkat menjadi 15%.

Tag : babel
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top