Pria Pensiunan PBB Jadi Kolektor "Do Not Disturb!" Ini Hasilnya

Pria pensiunan karyawan PBB, Edoardo Flores, memilih cara tak tak lazim untuk menandai pengalamannya melancong ke berbagai tempat di seluruh dunia. Ia mengumpulkan sekitar 15.000 tanda Do Not Disturb atau Jangan Ganggu dari hotel-hotel di seluruh dunia.
JIBI | 08 April 2018 07:59 WIB
Ilustrasi - getty

Bisnis.com, JAKARTA - Melancong ke berbagai belahan dunia rasanya kurang afdol kalau tidak membawa souvenir atau berfoto-foto sebagai penanda kita sudah berada di suatu lokasi.  Banyak hal bisa dilakukan, mulai dari swafoto atau mengoleksi cindera mata baik yang umum maupun beda dari orang lain.

Pria pensiunan karyawan PBB, Edoardo Flores, memilih cara tak tak lazim untuk menandai pengalamannya melancong ke berbagai tempat di seluruh dunia. Ia mengumpulkan sekitar 15.000 tanda Do Not Disturb atau Jangan Ganggu dari hotel-hotel di seluruh dunia.

Koleksi pria asal Italia itu dikumpulkan dari tempat-tempat yang sangat berjauhan letaknya, termasuk Tibet dan Burkina Faso.

Koleksi Flores dimulai ketika seorang rekan melihat ada tanda Don’t Disturb yang tidak biasa di Pakistan dan digantung di kantornya. Rekannya itu menyarankan Flores untuk mengoleksi saja karena Flores memang sering bepergian antarnegara.

Edoardo Flores dan koleksinya/The Independent

Atas saran temannya itu, ia pun mulai mengumpulkan tanda-tanda Do Not Disturb dalam setiap perjalanan bisnisnya. Koleksinya saat ini sudah hampir mencakup hotel di negara-negara di seluruh dunia.

"Saya selalu mengambil beberapa tanda [Do Not Disturb] sebagai suvenir dari perjalanan bisnis tanpa memilih-milih," katanya dikutip The Independent, Jumat (6/4/2018). “Saya bahkan mengambil souvenir yang mirip dari hotel setiap kali bepergian,” ujarnya seperti dikutip Harian Jogja dari The Independent.

Selain mengoleksi dari perjalanannya, Floresi juga meminta teman-teman dan kolega-koleganya untuk ikut menambahi koleksinya. Seringkali dengan bertukar tanda yang dipunyai.

Perubahan Gaya dan Desain

Selama bertahun-tahun, kata Flores, gaya dan desain tanda-tanda Do Not Disturb telah berubah. Ia punya koleksi yang berasal dari tahun 1940-an dan 1950-an. Menurutnya tanda di era itu memiliki desain yang sebagian besar lucu. Instruksi yang terdapat di dalamnya sangat panjang termasuk ukuran kertasnya.

Tahun-tahun berikutnya, dalam pengamatan Flores, terjadi pergeseran ke gaya desain yang sederhana dan to-the-point sebelum pindah ke desain grafis orisinal yang dikombinasikan dengan pesan yang tidak konvensional.

Tanda-tanda paling menarik, kata Flores, berasal dari negara-negara Asia. Sebab hotel-hotel di Asia ada yang membuat tanda itu dari "pengrajin lokal dengan bentuk patung kayu yang unik atau bahan-bahan alami dan unik lain.

Salah satu tanda paling langka yang ia koleksi berasal dari Domus Sanctae Marthae di Vatican City, dari suatu hotel khusus bagi pebisnis.

Dengan belasan ribu koleksinya itu, Flores pernah memamerkannya dalam sebuah pameran di Dubai dan Belanda. Ia juga berencana mencari tempat untuk pameran secara permanen, dengan koleksi yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Sumber : Harian Jogja/The Independent

Tag : hobi, wisata
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top