Pelayan Hotel di NTT Masih Kurang Ramah

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu menyoroti keramahtamahan pelayanan hotel yang masih rendah saat menyambut para tamu atau wisatawan.
Newswire | 07 April 2018 13:00 WIB
Ilustrasi hotel - Istimewa

Bisnis.com, KUPANG - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu menyoroti keramahtamahan pelayanan hotel yang masih rendah saat menyambut para tamu atau wisatawan.

"Harus diakui bahwa sebagian besar pelayanan hotel-hotel kita di NTT belum ramah terhadap para tamu," kata Marius Ardu Jelamu di Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan, kondisi ini selalu ditemuinya ketika mengunjungi hotel-hotel yang ada di daerah wisata dan selalu dikeluhkan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk itu, lanjutnya, dalam rapat koordinasi Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) NTT beberapa waktu lalu ia juga menyoroti aspek keramahtamahan pelayanan hotel kepada para pelaku usaha perhotelan di daerah setempat.

Aspek keramahtamahan menjadi salah satu keluhan wisatawan terutama mancanegara yang berwisata ke daerah setempat ketika dijumpai di berbagai daerah wisata seperti di Labuan Bajo, Sumba, Rote, dan lainnya.

Hal pertama yang dikeluhkan itu adalah kebersihan yang sudah menjadi masalah nasional, namun yang berikut soal keramahtamahan, katanya.

"Saya juga ke daerah-daerah selalu mengunjungi hotel-hotel untuk sekedar memeriksa pelayanan mulai dari satpam, recepsionis, hingga kamar-kamar hotel, tapi memang kita masih belum ramah terhadap tamu, para pelayanan susah sekali senyum menyambut tamu," katanya.

Marius mengapresiasi pertumbuhan hotel yang semakin marak dari waktu ke waktu terutama di Pulau Timor, Flores, dan Sumba seiring perkembangan pariwisata di daerah setempat.

Namun, katanya, pertumbuhan ini harus sejalan dengan kualitas pelayanan (hospitality) sehingga wisatawan merasa betah sehingga lama tinggal mereka meningkat.

"Saya juga tekankan khusus untuk hotel-hotel dan restoran di Labuan Bajo untuk memperhatikan aspek ini, karena sebagai daerah wisata unggulan yang setiap hari dibanjiri wisatawan," katanya.

Marius menyarankan manajemen hotel dan restoran agar selalu memberikan pelatihan-pelatihan kepada karyawannya untuk meningkatkan kualitas pelayanan..

"Karena kualitas pelayanan menjadi kunci utama untuk bisnis pariwisata, sehingga saya berharap aspek ini terus diperjuangkan dan diperbaiki, di sisi lain pemerintah juga terus menggenjot sebanyak mungkin wisatawan untuk datang," tamah Marius.

Sumber : Antara

Tag : ntt
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top