Jarang Ada di Indonesia, Naik Bus Serasa di Kabin Pesawat Kelas Bisnis

White Horse Group atau yang juga dikenal sebagai PT WEHA Transportasi Indonesia, Tbk. memiliki armada bus pariwisata jenis caravan yang memberikan kenyamanan seperti berada di kabin pesawat kelas bisnis.
Yoseph Pencawan | 04 April 2018 21:06 WIB
Ilustrasi - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - White Horse Group atau yang juga dikenal sebagai PT WEHA Transportasi Indonesia, Tbk. memiliki armada bus pariwisata jenis caravan yang memberikan kenyamanan seperti berada di kabin pesawat kelas bisnis.

Tiodora Bonardy, Sales & Marketing Director PT WEHA Transportasi Indonesia, Tbk. menuturkan awalnya mereka mengoperasikan armada tersebut karena melihat kebutuhan market.

"Kami ingin menyediakan suatu transportasi darat yang nyaman dan aman. Kalau di pesawat sudah ada bussines class atau first class, kalau di darat selama ini tidak ada, sementara demand atau kebutuhan itu ada," ujarnya, belum lama ini.

Namun, kata dia, selama ini belum perusahaan pariwisata di Tanah Air yang memilikinya. Karena itu WH Group memunculkan konsep yang berbeda dan tidak dengan jumlah yang banyak. Mereka hanya mengoperasikan bus besar dan kecil masing-masing sebanyak dua unit.

"Bus-nya itu bus kita, karoseri. Kalau yang kecil, mesinnya Toyota tetapi di dalamnya kami modifikasi yang eksklusif. Kalau yang besar itu mesinnya Mercy."

Menurutnya, bus-bus tersebut direnovasi di Indonesia. Pada dasarnya, bus-bus itu seperti bus yang biasa, tetapi di dalamnya diubah sehingga antara karoseri dengan interiornya menjadi berbeda. Adapun seluruh material interior adalah produk lokal dan WH Group sendiri yang menentukan konsep desainnya.

"Makanya untuk desain bus yang besar tidak ada yang punya, selain unit kami."

Desain bus mereka juga katanya berbeda dari yang biasa di mana biasanya bus pariwisata dan yang berjenis caravan memiliki bagian belakang yang tertutup. Namun bus caravan White Horse justru membuka bagian belakang dan sofa juga diletakkan di bagian belakang agar pandangan menjadi luas dari belakang.

Mengenai biaya pembangunan, Tiodora enggan mengungkapkan. Namun dia menjelaskan bahwa investasinya jauh berbeda dari bus biasa. Biaya pembangunan tergantung dari material yang dipilih. Dan untuk ini, mereka selalu memilih material berkualitas nomor 1 dan nomor 2.

"Seperti kulit kursinya, pakai kulit atau sintetis. Itu saja perbandingan harganya sudah berapa kali lipat. Kalau kami, pakai kulit asli, tidak sintetis. Jadi investasinya sampai dua kali lipat dari bus biasa."

 

 

Tag : pariwisata, transportasi darat
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top