Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Piknik Tanpa Sampah untuk Pariwisata Berkelanjutan

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik inisiatif sekelompok masyarakat yang menginisiasi konsep piknik tanpa sampah atau "zero waste picnic".
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Maret 2018  |  15:48 WIB
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali, Selasa (20/3/2018). - JIBI/Rachman
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali, Selasa (20/3/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik inisiatif sekelompok masyarakat yang menginisiasi konsep piknik tanpa sampah atau "zero waste picnic".

"Kami menyambut baik dan kami sangat mendukung inisiatif yang sangat menerapkan nilai-nilai sadar wisata ini," kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki Handayani Mustafa setelah acara pembukaan Happiness Festival di Taman Menteng, Jakarta, Sabtu (31/3/2018).

Dikatakan, sejatinya ada begitu banyak hal yang dapat dikerjasamakan untuk mendukung terwujudnya lingkungan dan pariwisata yang berkelanjutan.

"Zero Waste Picnic" sendiri merupakan salah satu inisiatif yang dicanangkan oleh organisasi nirlaba United in Diversity dalam ‘Happiness Festival’ di Taman Menteng selama dua hari yakni 31 Maret hingga 1 April 2018.

"Konsep-konsep seperti ini ke depan sangat baik untuk dikembangkan termasuk melibatkan anak-anak muda dengan konten yang kreatif dan peduli lingkungan," katanya.

Selain "zero waste picnic", aktivitas tanpa sampah lain yang dapat dikembangkan dan dikerjasamakan di antaranya mencakup pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam aktivitas pariwisata.

"Anak-anak muda juga dilibatkan dalam pembuatan kompos dari sampah-sampah organik yang dihasilkan sehari-hari," katanya.

Konsep "zero waste activity" ini sekaligus menginspirasi Rizki untuk ke depan menerapkan kemitraan dengan industri pariwisata agar semakin berkelanjutan.

"Ada banyak rencana aksi yang bisa diterapkan pada industri pariwisata dari mulai skala kecil hingga besar.”

Rizki mencontohkan industri pariwisata skala besar misalnya dapat dimanfaatkan CSR-nya untuk membantu restoran atau rumah makan skala kecil dalam mengelola sampah-sampah mereka.

Sementara aktivitas peduli lingkungan lain juga dapat dilaksanakan untuk mewujudkan sektor pariwisata yang berkelanjutan di Tanah Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top