Rusdi Kirana : Indonesia-Malaysia Bisa Manfaatkan Pasar Wisata China

Indonesia dan Malaysia menyepakati kerjasama sektor industri pariwisata dengan memperbanyak connecting flight dari China dan negara lain ke sejumlah kota di kedua negara.
John Andhi Oktaveri | 16 Maret 2018 10:39 WIB
Rusdi Kirana - Antara/M. Agung Rajasa

Bisnis.com, MIRI, Malaysia—Indonesia dan Malaysia menyepakati kerjasama sektor industri pariwisata dengan memperbanyak connecting flight dari China dan negara lain ke sejumlah kota di kedua negara.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana mengatakan kerjasama itu diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisata di kedua negara. Pertumbuhan kunjungan wisatawa dari negara ketiga ke Malaysia maupun ke Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Kerjasama itu, ujarnya, juga akan mengubah persepsi selama ini bahwa Indonesia merupakan pasar wisata Malaysia dan begitu juga sebaliknya.

Menurut Rusdi, dengan bersinergi di sektor pariwisata, Indonesia dan Malaysia bisa sama-sama memanfaatkan kunjungan turis asal China yang termasuk mengalami pertumbuhan tertinggi di dunia.

“Jangan lagi kita melihat Indonesia sebagai pasarnya industri pariwisata Malaysia dan begitu juga sebaliknya, Malaysia merupakan pasar Indonesia. Tapi, kita bekerja sama dengan memanfaatkan pasar wisata dari negara ketiga seperti China,” ujar Rusdi dalam acara jamuan makan malam bersama Asisten Menteri Pariwisata Sarawan, Datuk Kim Lee Shin dan sejumlah pejabat Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia.

Acara itu digelar usai meresmikan pembukaan penerbangan Wings Air untuk rute Pontianak-Miri di Negara Bagian Sarawak, Malaysia, Kamis (15/3/2018).

Miri merupakan kota kedua terbesar setelah Kuching, ibu kota Negara Bagian Sarawak yang bertetangga dengan Brunei Darussalam.

Menurut Rusdi, Malaysia dan Indonesia saling melengkapi (complimentary) dalam sektor industri pariwisata. Potensi pertumbuhan sektor industri sangat besar dengan melakukan sinergi kedua negara tersebut. Apalagi, Indonesia memiliki lebih banyak destinasi wisata dan keragaman budaya dibandingkan Malaysia.

Kuala Lumpur dan Miri, menurut Rusdi, bisa menjadi bandara penghubung penerbangan internasional dari China ke sejumlah destinasi wisata Indonesia.

Dia mencontohkan dengan tidak menambah banyak biaya, wisatawan China tujuan Kuala Lumpur bisa melanjutkan penerbangan untuk berwisata ke Danau Toba sebelum kembali ke negaranya melalui kerjasama promosi dengan Malaysia.

Tidak hanya dari Kuala Lumpur, dari Miri, wisatawan mancanegara juga bisa melanjutkan penerbangan ke Pontianak, Banjarmasin, Bali, Yogyakarta, dan Lombok dengan memamfaatkan connecting flight, ujar Rusdi.

Rusdi optimistis industri pariwisata di kedua negara akan terus tumbuh dengan dibukanya sejumlah rute penerbangan baru kedua negara. Sebelum meresmikan rute penerbangan Pontianak-Miri, Wings Air sebelumnya membuka rute Poantianak-Kuching pada Januari lalu.

Tag : pariwisata
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top