Pertemuan Tahunan IMF-World Bank : Indonesia Siapkan High End Tourism, Geothermal, Hingga Scarf

Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah telah mempersiapkan sekitar 60 destinasi wisata yang akan ditawarkan kepada peserta pertemuan.
Amanda Kusumawardhani | 14 Maret 2018 10:33 WIB
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan (kanan) bersama Sekretaris IMF Jianhai Lin (tengah) dan Wakil Presiden Bank Dunia Ivonne Tsikata (kiri) menyampaikan penjelasan mengenai rapat koordinasi penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank, di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/8/2017). - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA--Masyarakat diyakini bakal ikut merasakan dampak perhelatan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB), terutam dari sisi pariwisata.

Kegiatan IMF-WB akan digelar pada 8-14 Oktober 2018 di Bali. Hingga saat ini, pemerintah menganggarkan Rp800 miliar untuk memastikan kenyamanan para anggota delegasi.

Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah telah mempersiapkan sekitar 60 destinasi wisata yang akan ditawarkan kepada peserta pertemuan.

“Kami siapkan misalnya High-End Tourism, biarin aja mereka nanti di situ, nah nanti yang kelas menengah ada lagi kita siapin, jadi semua sekarang bisa berkembang,” ujar Luhut dalam keterangan resminya, diterima Rabu (14/3/2018).

Tak hanya itu, pekerja seni maupun kalangan pengusaha kecil dan menengah juga diajak pemerintah untuk terlibat dalam acara ini.

“Tadi Pak Triawan (Kepala Bekraf) sudah melaporkan bahwa kita akan jual scarf buatan UKM kepada peserta meeting,”beber Luhut.

Untuk menghibur peserta, di sela-sela sekitar 3.000 side event pertemuan IMF-WB, pemerintah akan menyajikan pagelaran seni. Salah satunya adalah pameran mural.

Terakhir, Luhut menyampaikan bahwa pemerintah akan memanfaatkan pertemuan tahunan IMF-WB yang bakal dihadiri oleh tokoh keuangan dunia untuk menawarkan potensi investasi di Indonesia.

“Kita akan kumpulkan investor, kita nanti akan menawarkan proyek-proyek misalnya geothermal dan kita nanti akan langsung bicara spesifik misalnya proyek apa, apa studinya, berapa return-nya dan bagaimana formulanya,” tutupnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top