Kota Sejuta Rasa

Lebih dari 1 juta wisatawan mengunjungi kota seribu industri sejuta rasa, julukan Kota Tangerang pada 2017. Kreativitas menciptakan destinasi wisata adalah kunci keberhasilan menarik minat para pelancong.
Muhammad Abdi Amna | 12 Maret 2018 16:09 WIB
Kelenteng Boen Tek Bio, Tangerang - Youtube

Lebih dari 1 juta wisatawan mengunjungi kota seribu industri sejuta rasa, julukan Kota Tangerang pada 2017. Kreativitas menciptakan destinasi wisata adalah kunci keberhasilan menarik  minat para pelancong.
Terdapat 38 destinasi wisata, seperti wisata taman, air, religi, hingga wisata sejarah. Sebanyak sembilan destinasi wisata merupakan peninggalan masa lalu. Sebut saja Benteng Heritage, Jembatan Bendung Pintu Air 10, Masjid Kali Pasir.
Selain itu, sejumlah kelenteng tua berusia ratusan tahun, seperti Boen Tek Bio dan Boen San Bio merupakan warisan leluhur yang terus menarik perhatian.
Pada tahun lalu, Pemkot Tangerang membangun tiga taman tematik, yakni Taman Burung atau kini dikenal dengan Taman Perak, Taman Kupu-kupu dan Kelinci , serta Taman Herbal. Pembangunan taman ini hasil kolaborasi Pemkot Tangerang dengan swasta.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pemerintah daerah terus memperbaiki taman-taman yang ada, serta menggelar berbagai event baik seni maupun olah raga.
Menurutnya, event di bidang seni dan olahraga efektif menarik pengunjung dari luar kota. Hasilnya, jumlah kunjungan wisatawan pada tahun lalu sangat memuaskan. “Angkanya naik signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,”ungkap Dadi kepada Bisnis.
Selain berkolaborasi dengan pihak swasta, Pemkot Tangerang juga menggandeng masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata. Wujud kerja sama itu adalah keberadaan Situ Cipondoh dan Sungai Cisadane yang saat ini menjadi destinasi wisata alam.
Festival Cisadane, misalnya menjadi salah satu event yang menyedot minat wisatawan cukup besar. Festival tahunan Kota Tangerang itu digelar dalam sepekan dan menampilkan beragam parade budaya, baik tradisonal maupun modern.
Pada tahun lalu, festival Cisadane dikunjungi oleh 50.000 wisatawan. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 30.000 pengunjung, warga lokal ataupun dari daerah lain.
Tidak hanya wisatawan dalam negeri, sejumlah wisatwan asing juga terpantau hadir di Festival Cisadane dan memenuhi hotel-hotel yang berada di Kota Tangerang. Dalam festival ini, wisatawan juga menyaksikan pameran produk Usaha Kecil Mikro dari daerah lain di Provinsi Banten.
 “Festival Cisadane masuk ke dalam 7 wonders Banten, sehingga menjadi destinasi wisata unggulan selain Seba Baduy, Banten Lama dan lainnya. Kegiatan ini juga diperhatikan oleh Kementrian Pariwisata,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Raden Rina Hernaningsih.
Sebagai upaya menambah destinasi wisata baru, Pemkot Tangerang juga mendorong masyarakat aktif berkreasi. Hasilnya, berdirilah Kampung Bekelir di Kecamatan Tangerang, serta landmark terbaru Kota Tangerang yakni Jembatan Berendeng.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, pada 2017 jumlah wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Tangerang meningkat signifikan.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Kota Tangerang Rizal Ridolloh menyatakan bahwa sebanyak 1,1 jiwa wisatawan datang dan singgah ke Kota Tangerang.
“Tahun lalu target wisatawan ke Kota Tangerang adalah 350.000 orang. Ternyata target ini terlampaui hingga tiga kali lipat. Berdasarkan historis, wisatawan ramai berkunjung ke Kota Tangerang pada Desember di momen natal dan tahun baru,” ujar Rizal.
Pada tahun ini, Disbudpar Kota Tangerang menargetkan jumah kunjungan wisatawan sebanyak 360.000 orang.  Hingga saat ini, destinasi unggulan yang diminati wisatawan adalah wisata taman dan Kampung Bekelir.
Hingga saat ini, Kota Tangerang telah memiliki 28 ruang terbuka hijau berkarakter taman tematik. Seluruh destinasi wisata ini ditampilkan dalam aplikasi e-plesiran yang terintegrasi dengan aplikasi utama Tangerang Live.
Aplikasi ini berisi informasi pariwisata seperti objek wisata, kuliner, dan lokasi hiburan. Selain itu, aplikasi ini juga menampilkan sejumlah fasilitas umum yang tersedia di Kota Tangerang, seperti lokasi masjid, bank, ATM, SPBU, kantor polisi, rumah sakit, dokter, sekolah, universitas, stasiun, terminal, hingga agen travel.
“Aplikasi e-plesiran ini bisa menjadi panduan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Tangerang. Di dalamnya banyak informasi tentang destinasi wisata Kota Tangerang,” ujar Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Tangerang Tabrani.

Tag : tangerang
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top