Menanti Pengembangan Wisata Nomaden di Kabupaten Garut

Garut dengan berbagai potensi wisatanya dinilai cocok menjadi lokasi penerapan wisata nomaden.
Newswire | 22 Februari 2018 12:13 WIB
Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 - garutkab.go.id

Bisnis.com, JAKARTA -Pernahkan Anda membayangkan berwisata di Kabupaten Garut secara berpindah-pindah dari satu titik ke titik lainnya?

Ada baiknya Anda mulai merencanakan wisata eksotis di salah satu wilayah Jawa Barat itu.

Pasalnya, Kabupaten Garut dengan berbagai potensi wisatanya dinilai cocok menjadi lokasi penerapan wisata nomaden.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat memberikan kata sambutan pada acara pembukaan Gebyar Pesona Budaya Garut ke-16, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (21/2/2018).

Seperti dilaporkan Antara, Kamis (22/2/2018), Menpar mengatakan bahwa konsep pariwisata nomaden atau nomadic tourism cocok untuk pengembangan pariwisata di Garut, Jawa Barat.

"Nomadic tourism yang berpindah-pindah akan cocok di Garut," kata Menpar Arief Yahya.

Pariwisata nomaden dinilai cocok untuk Garut karena 80% wilayah Garut merupakan konservasi alam.

"Akomodasi yang berpindah-pindah cocok untuk Garut," tutur Menpar.

Konsep tersebut dapat dikembangkan dengan karavan, glamorous camping, dan home port.

Karavan atau kendaraan yang mencakup tempat tinggal merupakan bentuk penginapan yang fleksibel. Sementara glamorous camping atau glamcamp adalah kemah yang didesain berkelas sehingga memanjakan wisatawan.

Konsep ini sebelumnya disampaikan Menpar saat peresmian Badan Otorita Pariwisata Borobudur di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (9/2) malam.

"Kalau karavan bisa memilih spot terbaik dengan sudut panorama. Karavan bisa harian pindah-pindah, glamcamp bulanan, home port mungkin bisa enam bulanan," kata Arief.

Sebelumnya, Menpar Arief Yahya meminta Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur segera mengembangkan konsep pariwisata nomaden atau nomadic tourism sebagai percepatan dalam menyambut pertemuan IMF-World Bank pada Oktober 2018.

Indonesia bisa mencontoh Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru yang dinilai mampu membentuk penginapan karavan.

Menpar mengatakan pengembangan nomadic tourism seperti karavan dan kemah mewah (glamorous camping/glamping) lebih cepat dijadikan sebagai nilai jual pariwisata Borobudur daripada membangun hotel dan gedung permanen (fixed) yang membutuhkan waktu tiga sampai lima tahun.

"Mulailah dengan nomadic tourism, mulailah dengan temporary (sementara), dengan cepat. Sesuatu yang kecil profitabilitasnya tidak harus kecil. Glamping untuk bintang empat atau lima itu nanti IMF World Bank sudah bisa dijual Oktober," katanya.

Sumber : Antara

Tag : pariwisata, garut
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top