Pisang Goreng Khas Pontianak Makin Banyak Peminat

Pisang goreng kremes khas Pontianak di Jl Legoso Raya, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, cukup diminati pelanggar hingga dari luar wilayah itu karena cita rasanya dan praktis untuk oleh-oleh atau suguhan.
Nurudin Abdullah | 21 Februari 2018 19:40 WIB
Proses penggorengan pisang goreng kremes khas Pontianak di kiosnya, Jl Legoso Raya, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (21/2/2018. Pisang seharga Rp2.500 per biji itu diminati pelanggan karena cocok untuk oleh-oleh atau suguhan tamu. - JIBI/Nurudin Abdullah

Bisnis.com, TANGSEL-Pisang goreng kremes khas Pontianak di Jl Legoso Raya, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, cukup diminati pelanggar hingga dari luar wilayah itu karena cita rasanya dan praktis untuk oleh-oleh atau suguhan.

Kris Muhtar, pedagang pisang goreng kremes khas Pontianak (Pisgor Ponti), mengatakan banyak warga sekitar kiosnya hingga dari luar wilayah kecamatan yang menjadi pelanggan, karena beberapa kali balik untuk membeli pisgor.

“Alhamdulillah cukup banyak pelanggan kami, semoga terus bertambah, pembeli pisang goreng seharga Rp2.500 per biji dan gandasturi dengan harga yang sama Rp2.500 per biji,” katanya, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya, usahanya hanya menyediakan dua jenis gorengan, yaitu Pisgor Ponti dan gandasturi yang harga dipatok Rp2.500 per biji, tanpa diskon untuk pembelian dalam jumlah banyak dan hanya ada bonus produk yang sama.

 

Dia menjelaskan bahan baku utama Pisgor Ponti adalah pisang Kepok yang dibeli dari Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur. Pisang itu dipasok dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Lampung, sehingga selalu tersedia barangnya.

Adapun pembelian bahan baku pisang di Pasar Induk Kramat Jati itu dalam jumlah banyak untuk dibagi-bagi ke 4 cabang usahanya di wilayah Jakarta, yang seluruhnya menjual jenis produk yang sama, pisang goreng kremes dan gandasturi.

Pembeli senang dengan produknya, imbuhnya, karena pisang digoren di tempat, menggunakan wajan besar, berkapasitas lebih dari 10 buah per sekali goreng, sehingga mereka yang membeli banyak tidak harus menunggu terlalu lama.

Kris menjelaskan perkembangan usahanya cukup lumayan, setiap hari dapat menjal rata-rata sedikitnya 300-350 Pisgor Ponti dan sekitar 200 biji gandasturi, gorengan yang terbuat dari bahan baku utama kacang hijau.

Sementara itu Hidayati, seorang pelanggan, mengatakan pertama kali membeli Pisgor Ponti karena tidak sengaja, kebetulan lewat di depannya, dan kemudian beberapa kali beli karena rasanya yang cukup enak dan harganya kompetitif.

“Pertama kali beli pisang goreng ini waktu kebetulan lewat untuk oleh-oleh. Ternyata rasanya enak dan lumayan murah harganya. Kemudian sengaja datang kemari untuk beli lagi untk suguhan tamu,” ujarnya.  

Tag : minyak goreng, pisang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top