Hilton Bangun 15 Hotel Baru di Indonesia, Bali Salah Satunya

Hilton Hotels Corporation, perusahaan perhotelan multinasional asal Amerika Serikat, akan membangun 15 hotel baru di Indonesia, salah satu lokasinya berada di Pulau Dewata yakni Waldorf Astoria Bali.
Ni Putu Eka Wiratmini | 21 Februari 2018 09:21 WIB
Hilton Bali Resort Hotel - www3.hilton.com

Bisnis.com, DENPASAR – Hilton Hotels Corporation, perusahaan perhotelan multinasional asal Amerika Serikat, akan membangun 15 hotel baru di Indonesia, salah satu lokasinya berada di Pulau Dewata yakni Waldorf Astoria Bali.

Saat ini Hilton sendiri telah memiliki 3 hotel di Bali yakni Conrad Bali, Hilton Bali Resort, dan Hilton Garden Inn Ngurah Rai Airport. Selain Bali, ada pula dua hotel lainnya di Indonesia yakni Hilton Bandung dan DoubleTree by Hilton Jakarta. Sehingga total, sudah ada 5 hotel milik Hilton yang beroperasi di Indonesia.

Vice President Operations South East Asia at Hilton Paul Hutton mengatakan ada 15 proyek pembangunan hotel baru di Indonesia, yang salah satunya di Bali. Pembangunan Waldorf Astoria Bali akan menjadi hotel keempat Hiton di Pulau Dewata. 

Kata dia, hotel keempat yang akan dibangun di Pulau Dewata ini merupakan brand yang sangat  terkenal dengan mengusung konsep luxury hotel seperti yang sudah ada sebelumnya yakni Conrad Hotel Bali.  

Selain Bali ada beberapa hotel lagi yang akan dibangun yakni di Surabaya dengan menghadirkan DoubleTree dan Hilton. Adapula Jakarta lewat Conrad Hotel, Hilton, dan Waldorf. Serta, di Karawaci yakni Hilton Garden Inn. 

Paul mengatakan pembangunan hotel ini penting dilakukan lantaran ambisi Hilton yang ingin ada di setiap jengkal wilayah penting di Indonesia. Seperti di pusat kota, pusat industri, maupun destinasi favorit seperti Bali.

Indonesia dan kawasan Asia Pasifik dinilai sebagai kunci pertumbuhan utama Hilton lantaran tingginya urbanisasi dan semakin banyaknya jumlah kalangan menangah ke atas di wilayah ini.

Adapun pertumbuhan Hilton secara tahun ke tahun di Asia Pasifik yakni sebesar 7,9%. Sementara, untuk kawasan Asia Tenggara pertumbuhan Hilton rata-rata setiap tahunnya sebesar 9,7%.

“Brand baru sedang ada dibangun, karena kita perlu ada di manufacturing city, resort area di sini, ada juga di capital city,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurutnya, berinvestasi di Indonesia sangat menguntungkan sebab merupakan negara berkembang sekaligus negara demokrasi yang besar. Hal itu menyebabkan, kebutuhan pembangunan hotel baru juga sangat diperlukan.

Apalagi, pariwisata Bali sebagai salah satu wilayah di Indonesia akan sangat banyak dilirik wisatawan. Okupansi kamar hotel di Bali menurutnya sangat tinggi.

Selain itu, Bali juga memiliki bandar udara yang besar sehingga memungkinkan banyaknya penerbangan internasional ke pulau ini. Bali juga menurutnya banyak dilirik wisatawan asal Eropa hingga Asia.

“Kita perlu banyak brand, Jakarta sebagai pusat kota, Surabaya sebagai tempat bisnis besar, dan Bali yang okupansi tinggi, 5 hotel hari ini dan sisanya akan dibuka lagi,” katanya.

Hilton juga memiliki lebih dari 70 juta keanggotaan yang memang ketika bepergian ke wilayah di Indonesia cenderung mendiami properti Hilton. Kondisi ini juga didukung dengan tingginya pembangunan infrastruktur di Indonesia sehingga mampu memberikan konektivitas dan kemudahan perjalanan selama berwisata di Indonesia.

“Mereka mencari properti kita di Indonesia dan itu sangat penting kita punya banyak brand di sini,” sebutnya.

Tag : hilton
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top