Mulai Normal, Okupansi Kamar Hotel di Tulamben Capai 40%

Tingkat keterisian kamar hotel di Tulamben Karangasem mulai normal pada Februari 2018 dengan jumlah mencapai 40%. Tulamben Karangasem sendiri berada pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau 12 km dari Kawah Gunung Agung.
Ni Putu Eka Wiratmini | 16 Februari 2018 16:30 WIB
Karyawan menata salah satu kamar berukuran 30 m di Guest House M-Suite. - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, TULAMBEN - Tingkat keterisian kamar hotel di Tulamben Karangasem mulai normal pada Februari 2018 dengan jumlah mencapai 40%. Tulamben Karangasem sendiri berada pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau 12 km dari Kawah Gunung Agung.

Operasional Manager Ocean View Tulamben Sita Marlina mengatakan kunjungan wisatawan ke Tulamben Karangasem memang mulai normal sejak awal tahun.

Kondisi ini berbanding terbalik saat Gunung Agung berstatus awas pertama kali pada 22 September 2017. Saat itu hotel terpaksa ditutup padahal masih dalam kondisi full booking sampai Oktober 2017.

Semua wisatawan yang sedang menginap pun terpaksa dievakuasi lantaran panik menghadapi peningkatan status Gunung Agung. Hal ini lantaran, sebagian besar masyarakat maupun wisatawan yang ada di Tulamben baru kali ini berhadapan dengan bencana.

Akibat kondisi ini, wisawatan yang akan berlibur ke Tulamben juga terpaksa membatalkan rencana. Terlebih semua hotel di wilayah ini tutup sampai Oktober 2017.

Namun, pada November 2017, hotel kembali dibuka dan wisatawan mulai berdatangan lagi dengan okupansi kamar mencapai 60%. Selang beberapa lama aktivitas Gunung Agung kembali meningkat, sehingga Desember 2017 hotel terpaksa ditutup kembali.

Kemudian, pada Januari 2018 walaupun Gunung Agung masih berstatus awas, beberapa hotel kembali dibuka. Wisatawan pun sudah mulai berdatangan dengan okupansi kamar yang mencapai 30%. Diprediksi okupansi untuk bulan-bulan selanjutnya akan terus meningkat.

"Kalau dilihat dari kondisi cuaca dan musim sudah mulai ada normal atau ada kehidupan dan lebih banyak walk in guest," katanya, Jumat (16/2/2018).

Adapun wisman yang memilih menginap dan berwisata di Tulamben saat ini sebagian besar berasal dari China, sisanya berasal dari Eropa.

Wisatawan asal Jerman yang kebetulan menginap bernama Margriet van Dijken mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi Gunung Agung saat ini. Ini merupakan kali pertama dia mengunjungi Bali.

Pada awalnya, dia tidak menyangka bahwa tempatnya menginap sangat dekat dengan Gunung Agung. Namun, karena melihat cuaca dan pemandangan yang bagus dia menjadi tidak terlalu khawatir bahkan senang mengunjungi Bali.

"Saya rasa sudah ada asuransi jadi tidak terlalu khawatir, berkunjung ke sini itu dengar dari pendapat teman," sebutnya.

Tag : hotel
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top