‘Glamorous Camping’ Segera Hadir di Borobudur & Danau Toba

Aktivitas wisata berkemah dengan mewah alias glamorous camping atau glamping yang segera menjalar hingga Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, setelah Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan rencana mengembangkan hal yang tengah menjadi tren itu di wilayah tersebut.
Newswire | 10 Februari 2018 08:36 WIB
Wisatawan berada di kawasan Pantai Bebas Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (27/10). Pemerintah terus melakukan pengembangan pariwisata ke Danau Toba diantaranya membangun infrastruktur menuju kawasan Danau Toba, yang kini menjadi salah satu dari 10 tujuan wisata prioritas di Indonesia. ANTARA FOTO - Irsan Mulyadi

Bisnis.com, MAGELANG - Aktivitas wisata berkemah dengan mewah alias glamorous camping atau glamping yang segera menjalar hingga Kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, setelah Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan rencana mengembangkan hal yang tengah menjadi tren itu di wilayah tersebut.

Dalam Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur di Yogyakarta, Jumat (9/2/2018), Menteri Arief Yahya mengatakan dengan dibentuknya BOP Borobudur diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara dapat menembus 2 juta orang pada 2019.

"Alternatif atraksi yang kami kembangkan di Kawasan Borobudur mengarah pada nature activities seperti glamping," kata Arief .

Arief memaparkan wisata glamping tidak hanya dikembangkan di Kawasan Borobudur, tetapi juga di Danau Toba, Sumatra Utara.

Kementerian Pariwisata memproyeksi kunjungan 2 juta wisatawan mancanegara ke Kawasan Borobudur yang masuk dalam 10 destinasi prioritas tersebut akan mendatangkan devisa negara sekitar 2 miliar dolar AS atau setara Rp13 triliun.

Ada pun Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kemenpar telah menunjuk Indah Juanita sebagai Direktur Utama BOB Borobudur.

Dalam rakor yang juga dihadiri Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menpar Arief menyampaikan tiga kunci utama dalam pengembangan Kawasan Borobudur, yakni Visioning Masterplan agar terintegrasi segera tersusun.

Selain itu, akses jalan dari Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menuju Borobudur yang melewati Kawasan Otoritatif Badan Otorita Borobudur (BOB).

Poin ketiga, Arief menekankan proses memperoleh Hak Penggunaan Lahan (HPL) untuk kawasan otoritatif BOB jangan sampai terhambat, dengan target selesai pada Q2/2018.

"Kami sudah punya masterplan mau seperti apa Borobudur nanti dikembangkan, terutama di area 309 hektare tersebut," kata Menpar.

 

Sumber : Antara

Tag : pariwisata
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top