KULINER: Nikmatnya Aroma Pete dalam Kepiting Bakar

Meskipun Bandung diapit dataran tinggi, bukan berarti Ibu Kota Jawa Barat itu tidak memiliki referensi kuliner masakan laut yang recommended. Kota yang dikenal sebagai salah satu surga kuliner itu rupanya menyimpan destinasi restoran seafood segar yang menggugah selera.
Wike Dita Herlinda | 10 Februari 2018 19:28 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun Bandung diapit dataran tinggi, bukan berarti Ibu Kota Jawa Barat itu tidak memiliki referensi kuliner masakan laut yang recommended. Kota yang dikenal sebagai salah satu surga kuliner itu rupanya menyimpan destinasi restoran seafood segar yang menggugah selera.

Berlokasi di Jalan Sumatra No. 22, Braga, Sumur Bandung, sebuah restoran bernama Imah Miun layak menjadi referensi wisata kuliner Anda jika berkunjung ke Bumi Parahiyangan. Restoran bergaya santai ini termasyur dengan aneka olahan kepiting lumpur Timikanya.

Salah satu menu bintang dari Imah Miun adalah kepiting bakar pete. Dari namanya saja, mungkin sebagian dari Anda langsung penasaran seperti apa rasa binatang laut berkaki delapan itu jika dipadukan dengan biji hijau yang terkenal memiliki aroma khas tersebut.

Tidak salah memang jika menu tersebut dijadikan andalan. Kepiting bakar pete khas Imah Miun disajikan di atas tatakan daun pisang, yang menambah aroma wangi dari olahan bumbu yang melumuri badan kepiting.

Bumbu dan rempah yang digunakan untuk menu ini sebenarnya agak mirip dengan saus medan yang bercita rasa gurih dan pedas dengan sedikit sentuhan manis. Namun, tambahan pete bakar di dalamnya menambah wangi tersendiri yang membuatnya lebih menggugah selera.

Apalagi, pete yang digunakan diolah sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan bau menyengat tetapi justru selaras dengan aroma rempah, sehingga nyaman dikonsumsi bahkan bagi Anda yang kurang menyukai pete sekalipun.

Selain kepiting bakar pete, restoran ini menjajakan aneka olahan kepiting lain seperti kepiting lada hitam, kepiting saos tiram, kepiting butter garlic, kepiting telor asin, kepiting ala miun, dan kepiting goreng kering. Semuanya ditawarkan dengan harga yang miring, sesuai dengan segmen pasar anak muda yang dibidik restoran ini.

Berbagai olahan kepiting berkulit lunak alias kepiting soka pun siap menyenangkan lidah Anda. Olahan soka di restoran ini sangat gurih, karena kepiting terlebih dulu digoreng dengan tepung bumbu sebelum disiram saus seperti saus telor asin, saus miun, atau sambal matah.

Sekadar catatan, aneka menu kepiting soka termasuk ke dalam jajaran best sellers di restoran ini. Dengan harga yang sangat terjangkau—hanya Rp35.000 per porsi—pengunjung dapat menyantap hidangan lezat yang rasanya tidak kalah dari kepiting lumpur Timika.

Bagi Anda yang mencari menu hemat untuk disantap bersama teman atau keluarga, terdapat menu populer bernama seafood platter yang dibanderol dengan harga Rp100.000 untuk 4 orang. Menu all in ini sudah mencakup sajian kepiting, kerang, udang, dan sayuran dalam satu piring saji.

Jika Anda alergi makanan laut atau kurang menyukai jenis makanan laut, ada banyak pilihan menu hewan darat yang dijajakan. Kebanyakan adalah menu-menu populer seperti paket nasi ayam penyet, nasi goreng cikur, nasi pecel, dan masih banyak lagi.

Selain seafood, menu andalan dari restoran yang selalu ramai dikunjungi anak muda Bandung ini adalah aneka rice bowl. Nasi dalam mangkuk disajikan dengan berbagai seleksi topping seperti ikan dori, daging wagyi, ayam panggang, dan lainnya. Sebagai pelengkap, menu ini dihidangkan dengan tumis buncis dan sambal matah khas Imah Miun.

Secara umum, meskipun restoran ini tidak ditunjang dengan desain interior yang cozy ala casual dining, menu-menu yang ditawarkan dapat menjawab beragam selera konsumen. Dengan harga yang ramah di kantong, restoran ini menjawab kebutuhan warga dan turis di Bandung yang mendambakan sensasi berkuliner lezat tetapi hemat.

Tag : kuliner
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top