Masyarakat dan Gereja Diminta Aktif Kembangkan Danau Toba

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendorong keterlibatan komunitas masyarakat dan gereja dalam peningkatan sektor pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara.
Ropesta Sitorus | 04 Februari 2018 15:55 WIB
Danau Toba - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendorong keterlibatan komunitas masyarakat dan gereja dalam peningkatan sektor pariwisata di Danau Toba, Sumatra Utara.

Secara khusus, Luhut mengatakan gereja dan komunitas perlu ikut terlibat secara aktif dalam pengembangan potensi wisata dan pertanian di sekitar kawasan Danau Toba, terutama terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusianya.

Menurut Luhut, pihak gereja dan komunitas dapat memainkan peran lebih penting untuk membawa spirit kebersamaan, memberikan ketauladanan serta mendidik masyarakat Batak agar tidak tersingkir di tengah pengembangan Danau Toba.

Hal ini mengingat pengembangan wilayah terpadu dan pembangunan infrastruktur di Sumatra yang membuka peluang investasi yang makin meluas.

“Kita tidak hanya bicara Toba saja, ini menyangkut semua sampai nanti ke Dumai, Kuala Tanjung, kuala Kualanamu dan segala macam. Dan ini hebat, dampaknya sampai kepada orang Batak, kalau orang Batak tidak menyiapkan dirinya maka mereka akan bisa menjadi terpinggirkan,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/2/2018).

Hal ini dikatakan Luhut saat menghadiri pertemuan tahunan antara pemerintah pihak gereja dan komunitas yang dihadiri komunitas Horas Halak Hita (H3) dan Komite Pelaksana Pelayanan Strategis Huria Kristen Batak Protestan (KPPS HKBP), di Jakarta, Sabtu, 3 Februari 2018.

Dia menambahkan, yang tak kalah penting untuk membawa kemajuan bagi masyarakat Batak adalah meningkatkan kualitas pendidikan.

“Oleh karena itu kita orang batak punya peran penting bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita di sana supaya orang Batak itu bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” imbuh Luhut.

Selain itu, Luhut juga meminta agar gereja juga berperan ikut mendorong pengembangan herbal dan produk pertanian lainnya yang potensinya cukup tinggi.

Selain Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Ompui Ephorus Pendeta Darwin Lumbantobing, Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Wakil Gubernur Sumatra Utara Nurhajizah Marpaung turut menghadiri dan menjadi pembicara utama dalam pertemuan tersebut.

Tag : danau toba, Luhut Pandjaitan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top