Menteri Luhut: US$300 Juta Pinjaman Bank Dunia untuk Pariwisata Segera Cair

Besarnya kebutuhan investasi untuk sektor pariwisata membuat pemerintah melibatkan investor asing dan pinjaman dari lembaga Bank Dunia untuk pengembangan destinasi, khususnya 10 destinasi wisata baru.
Ropesta Sitorus | 04 Februari 2018 15:08 WIB
Sejumlah penari membawakan tarian Tortor saat menyambut kedatangan pertama penumpang dari Singapura setibanya di Bandara Internasional Silangit, Tapanuli, Sumatera Utara, Sabtu (28/10). - ANTARA/Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA - Besarnya kebutuhan investasi untuk sektor pariwisata membuat pemerintah melibatkan investor asing dan pinjaman dari Bank Dunia untuk pengembangan destinasi, khususnya 10 destinasi wisata baru.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menuturkan dana pinjaman dari World Bank sebesar US$300 juta yang disepakati pada akhir 2017 lalu akan segera dicairkan.

Sepertiga dari nilai utang tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur bandara Sibisa di Kabupaten Toba Samosir, untuk menunjang destinasi Danau Toba, Sumatera Utara.

“Sekarang proses pencairannya [pinjaman US$300 juta dari World Bank]. Bu Ani (Menteri Keuangan) cerita sama saya bahwa mungkin dalam satu-dua bulan ini. Itu nanti sekitar US$100 juta atau Rp1,3 triliun akan masuk di Sibisa Area,” katanya lewat keterangan tertulis, Minggu (4/2/2018).

Hal ini dikatakan Luhut saat menghadiri pertemuan tahunan antara pemerintah pihak gereja dan komunitas yang dihadiri komunitas Horas Halak Hita (H3) dan Komite Pelaksana Pelayanan Strategis Huria Kristen Batak Protestan (KPPS HKBP), di Jakarta, akhir pekan lalu.

Luhut juga meminta kepada Bupati Tapanuli Utara agar menata Bandara Silangit karena kawasan itu akan menjadi hub wisata dari Asia Selatan ke Asia Tenggara.

“Saya sudah bilang ke Pak Bupati tatalah itu Silangit dengan bagus. Jangan pula sembarangan tatanya, tatalah dengan arsitektur Toba, arsitektur batak yang modern, itu pesan dari Pak Presiden,” ujarnya.

Dalam memajukan pariwisata Danau Toba, dia mengaku telah bertemu dengan CEO AirAsia Tony Fernandes didampingi Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Arif Havas Oegroseno di sela-sela even World Economic Forum di Davos beberapa waktu lalu.

“Sudah ketemu Tony Fernandes, dia janji akan bawa turis dari India, Tiongkok, dan Filipina,” sebutnya.

Tag : pariwisata, Luhut Pandjaitan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top