Bali Targetkan 250 GM Hotel Bersertifikat

Indonesian Hotel General Manager Association Bali tahun ini menargetkan 250 anggota bersertifikat untuk menghadapi persaingan di pasar internasional yang kian ketat.
Ema Sukarelawanto | 27 Januari 2018 14:27 WIB
Hard Rock Hotel di Bali - agoda.com

Bisnis.com, KUTA - Indonesian Hotel General Manager Association Bali tahun ini menargetkan 250 anggota bersertifikat untuk menghadapi persaingan di pasar internasional yang kian ketat.

Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Ketut Swabawa mengatakan saat ini baru 62 GM yang telah mengikuti uji kompetensi dan mengantongi sertifikat dari 165 anggota yang ada.

“Kami tahun ini menargetkan anggota IHGMA Bali bertambah mencapai 250 GM dan seluruhnya bisa mengikuti uji kompetensi yang secara nasional ditargetkan mampu mencapai 1.000 GM,” katanya dalam acara member ‘gathering & appreciation night’ IHGMA Bali, Jumat (26/1/2018) malam.

Menurut Swabawa persaingan perhotelan dan pariwisata, terutama di kawasan Asia tenggara, sangat ketat. Asosiasi GM hotel di Thailand, Filipina, dan Vietnam sangat agresif mendukung pertumbuhan pariwisata di negara masing-masing.

Swabawa menyebut peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu kebutuhan mendesak untuk mengantisipasi persaingan tersebut dan perkembangan pariwisata ke depan.

IHGMA bekerja sama dengan Kementerian Parwisata akan menggelar uji kompetensi pada Oktober 2018 mendatang. Kata dia IHGMA Bali sedang melobi Kemenpar agar uji kompetensi bisa digelar di Bali karena memiliki anggota yang lebih banayk dibanding daerah lain.

“Mereka yang berhasil melalui uji kompetensi dan mengantongi sertifikat, kelulusannya setara dengan jenjang S2,” katanya

Konsolidasi anggota yang dilakukan IHGMA Bali, kata Swabawa, juga untuk mempersiapkan materi untuk dibahas dalam Rakernas IHGMA pada April 2018 mendatang di Bandung.

Ia menyebut Bali sebagai ikon pariwisata Indonesia diharapkan bisa mewarnai dan mengambil peran strategis dalam rakernas tersebut. Kata dia keharmonisan kerja sama antara pelaku pariwisata dengan pemda di Bali bisa dijadikan model.

“Kerja sama tersebut bukan hanya menguntungkan kedua pihak, tetapi juga memberikan kontribusi optimal baik kepada industri pariwisata maupun masyarakat,” ujarnya.

Ketua panitia yang juga Litbang & IT IHGMA Bali Komang Artana mengatakan pada tahu ini sejumlah pelatihan dan aktivitas akan dilaksanakan untuk meningkatkan profesionalitas, integritas, dan networking dari seluruh anggota sesuasi visi dna misi asosiasi.

 

Tag : bali
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top