Lokasi Berjualan UMKM di KEK Mandalika Rampung Sebelum Idul Fitri

Fasilitas yang dijanjikan pemerintah kepada UMKM di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah, ditargetkan sudah bisa digunakan pada Mei 2018 atau sebelum momen Idul Fitri.
Eka Chandra Septarini | 28 Desember 2017 11:32 WIB
Wisatawan mancanegara mengunjungi Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, MATARAM -- Fasilitas yang dijanjikan pemerintah kepada UMKM di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah, ditargetkan sudah bisa digunakan pada Mei 2018 atau sebelum momen Idul Fitri.

Komisaris PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Lalu Gita Ariyadi mengatakan untuk menunjang kegiatan ekonomi UMKM tersebut, telah disiapkan lahan seluas dua hektare untuk area berjualan yang akan dikemas dalam konsep Bazaar Mandalika.

"Ke depan tidak akan ada lagi pedagang asongan keliaran di pinggir pantai. Pinggir pantai area yang utuh untuk rekreasi publik. Pedagang asongan dan UMKM akan di tempatkan di Bazaar Mandalika yang tertata rapi dan bersih," ujar Gita di Mataram, Kamis (28/12/2017).

Sistem sewa akan diterapkan pengelola kawasan kepada para pedagang asongan dan UMKM yang akan direlokasi sebesar Rp5.000 per hari.

Gita menambahkan, ITDC dibantu Kementerian Koperasi dan UKM serta konsultan pendamping akan melakukan pembinaan mulai dari hospitality, manajemen usaha hingga bantuan permodalan.

Lokasi Bazaar Mandalika berdekatan dengan lokasi areal parkir sehingga semua pengunjung yang akan masuk ke area kawasan akan melalui lokasi ini.

Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam kunjungannya ke Mandalika beberapa waktu lalu sempat menyatakan kekhawatirannya terkait citra pedagang di kawasan tersebut.

Menurutnya, citra para pedagang kecil di kawasan Kuta Mandalika lekat dengan cara berjualan yang berlari mengejar pembeli. Penjual tidak akan pergi jika barang dagangannya belum dibeli oleh wisatawan yang sudah 'diincar'.

"Mindset seperti ini perlu diubah dengan pola-pola penjualan yang ramah dan penuh senyuman. Pembeli yang nantinya justru mendatangi penjual, bukan malah sebaliknya," ujarnya.

Puspayoga menegaskan, masyarakat harus disiapkan untuk menerima para wisatawan dengan berbagai latar belakang.

Sebagai daerah yang mengusung wisata halal, tentu para wisatawan tidak hanya berasal dari Timur Tengah atau beragama Islam. Wisatawan dari berbagai latar belakang suku, agama dan kebudayaan akan terus membanjiri dan menikmati keindahan wisata NTB.

Tag : KEK Mandalika
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top