Menhub Pastikan Pemulangan Wisatawan Gratis jika Gunung Agung Erupsi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pemulangan wisatawan ke luar Bali jika Gunung Agung erupsi dilakukan tanpa pungutan biaya.
Ni Putu Eka Wiratmini | 23 Desember 2017 09:09 WIB
Penampakan Gunung Agung pagi ini - twitter bnpb

Bisnis.com, DENPASAR - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pemulangan wisatawan ke luar Bali jika Gunung Agung erupsi dilakukan tanpa pungutan biaya.

Menurut dia keberangkatan wisatawan menuju daerah-daerah yang ada di Bali seperti Denpasar ke Gilimanuk akan menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan melalui Damri.

Sementara, untuk pemberangkatan dari Bali ke bandara yang ada di Banyuwangi dan Lombok akan menjadi tanggung jawab kabupaten.

"Jadi pemulangan wisatawna itu free baik untuk yang ada di dalam Pulau Bali maupun yang akan ke luar," kata Budi.

Sementara, untuk penerbangan, pihaknya juga akan menyediakan ruang divert agar pesawat-pesawat menuju Bali dapat mendarat di bandara yang bukan tujuan. Bandara-bandara tersebut, misalnya, yang berada di Jakarta. Surabaya. Lombok. Labuan Bajo, dan Semarang.

"Kita harus memberikan kondisi yang lebih clear dan ini skenario kita bila terjadi erupsi," sebutnya.

Dia belum berani memastikan berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk memulangkan wisatawan secara gratis tersebut. Namun, sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memastikan pemulangan wisatawan dengan gratis tersebut. Bahkan, dia mengatakan pemerintah siap mengeluarkan dana Rp50 miliar untuk pemulangan wisatawan.

Menurutnya, dana tersebut dapat berasal dari dana kabupaten yang ada di Bali maupun pemerintah pusat.

"Dananya kita bicarakan kalau boleh akan dibiayai oleh kabupaten," sebutnya.

Gayung bersambut, Dinas Pariwisata Badung mengaku siap memberikan dana sebesar Rp47 miliar untuk memulangkan wisatawan lewat angkutan darat secara gratis.

Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra mengatakan dana sebesar Rp47 miliar tersebut berasal dari penyisihan pajak hotel dan restoran yang ada di kabupaten ini. Adapun pada 2017, terkumpul sebanyak Rp347 miliar.

Dana tersebut seharusnya dibagikan ke 6 kabupaten di Bali kecuali Denpasar dan Gianyar yang sama-sama merupakan daerah tujuan wisata. Hingga saat ini telah dibagikan sebanyak Rp300 miliar sementara sisanya yakni Rp47 miliar tadi belum dibagi dan akan dialokasikan ke rencana mitigasi pemulangan wisatawan jika Gunung Agung erupsi lagi.

"Kalau misalnya kita keluarkan dana bencana prosedurnya lebih lama sementara uang tercapat adalah penyisihan pajak hotel dan restoran yang seharusnya dibagi ke -6 kabupaten tersebut," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Bali IGA Sudarsana yang mendampangi Menhub juga mengatakan pembicaraan mengenai dana memang belum dapat dipastikan. Namun, dia telah mendengar bahwa pemerintah Badung siap mengeluarkan dana Rp8 miliar.

"Mungkin yang Rp47 miliar itu untuk tahun 2018 nanti, tetapi saya masih belum terima hingga saat ini laporannya," katanya.

 

 

Tag : bali
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top